Memahami Konsep Urutan dari Isi Pidato yang Baik

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pidato adalah bentuk komunikasi lisan yang disampaikan secara lisan di depan audiens. Pidato bisa dilakukan secara spontan maupun melalui persiapan dengan menuliskan teks. Lantas, bagaimana konsep urutan dari isi pidato yang baik?
Struktur atau konsep urutan dari isi pidato yang baik sangat penting untuk diketahui agar pesan disampaikan lebih jelas, teratur, dan mudah dipahami oleh audiens.
Konsep Urutan dari Isi Pidato yang Baik
Dikutip dari Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Untuk SMA & MA Kelas X, Asul Wiyanto (2008: 160), teks pidato biasanya dibagi menjadi tiga bagian, yaitu pembuka, isi, dan penutup. Lantas, bagaimana konsep urutan dari isi pidato yang baik? Berikut penjelasannya.
1. Pembuka Pidato
Pada bagian pembukaan, terbagi lagi menjadi 4 bagian yaitu salam pembuka, ucapan berupa penghormatan, ucapan berupa rasa syukur, dan pengantar ke arah topik.
Selain itu pada bagian, orang yang berpidato harus memulainya dengan menggunakan karakter kuat. Karakter tersebut bisa dipakai guna untuk menarik perhatian dari para pendengar.
Apabila pendengar sudah mendengarkan dari awal, maka para pendengar akan terus mendengarkan orang yang berpidato sampai selesai.
2. Isi Pidato
Isi dari pidato yang akan disampaikan harus berisi perihal informasi yang sesuai dengan kegiatan. Isi pidato tersebut sebaiknya juga disertai dengan alasan dan data yang meyakinkan.
3. Bagian Penutup
Bagian ini umumnya berisi kesimpulan berdasarkan hal-hal yang sudah disampaikan. Selain itu, juga perlu menyampaikan permintaan maaf mengenai kesalahan-kesalahan yang sekiranya dilakukan selama berpidato. Setelah itu, pembicara bisa menyampaikan terima kasih dan salam penutup.
Contoh Teks Pidato yang Baik
Agar lebih mudah memahami struktur dan menulis pidato dengan baik, ada berbagai contoh yang bisa digunakan sebagai referensi. Berikut salah satunya.
Pembuka Pidato
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua. Yang terhormat Bapak/Ibu, dan teman-teman yang saya cintai
Pertama, marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa karena telah memberikan banyak sekali limpahan rahmat dan juga kesempatan bagi kita semua, sehingga kita dapat berkumpul di acara yang berbahagia ini.
Isi Pidato
Dalam kesempatan kali ini, saya akan menyampaikan pidato yang cukup singkat tentang pentingnya menuntut ilmu. Karena pada dasarnya, dengan ilmu, hidup kita akan lebih mudah dan juga berkah. Selain itu, ilmu juga bisa meninggikan derajat kita dan akan mendapatkan kebaikan di sisi Tuhan.
Lalu, di dalam konteks yang lebih besar, ilmu juga dapat mendorong sumber daya manusia dari sebuah bangsa menjadi lebih baik lagi. Dengan SDM yang mumpuni, maka suatu negara akan lebih maju dan masyarakat akan lebih sejahtera.
Penutup Pidato
Maka dari itu, dari yang masih kecil hingga tua, menuntut ilmu adalah hal yang wajib dilakukan. Jangan karena kita sudah mulai tua, lantas menjadi malas untuk menuntut ilmu. Karena ilmu itu memiliki arti yang sangat luas.
Demikian pidato singkat tentang pentingnya menuntut ilmu. Walaupun singkat, namun semoga bermanfaat untuk kita semua.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Baca Juga: 3 Contoh Ucapan Salam dan Puji Syukur pada Pidato Bahasa Indonesia
Demikian konsep urutan isi pidato yang baik dan benar. Cara membuat teks pidato harus memperhatikan pembukaan, isi, dan penutup dengan runtut. (Umi)
