Memahami Pokok Pertanyaan dalam Wawancara beserta Tahapan dalam Melakukannya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam mencari informasi, wawancara menjadi salah satu cara yang dapat digunakan. Untuk melakukannya, tentunya harus menyiapkan beberapa pokok pertanyaan dalam wawancara.
Pasalnya, dengan adanya pokok pertanyaan membuat wawancara yang dilakukan dapat berjalan dengan baik. Selain itu, informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh secara maksimal.
Pengertian Wawancara
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), wawancara adalah tanya jawab dengan seseorang yang diperlukan untuk dimintai keterangan atau pendapatnya mengenai suatu hal. Wawancara juga bisa bermakna tanya jawab peneliti dengan narasumber.
Sedangkan dikutip dari buku Teknik Pengumpulan Data Klien, Muhammad Ali Equatora dan Lollong M. Awi (2021), wawancara adalah percakapan dan tanya jawab yang diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu. Wawancara diperlukan untuk memperoleh pengetahuan tentang topik yang diteliti.
Tahapan Wawancara
Setidaknya, terdapat 3 tahapan yang harus dilakukan dalam melakukan wawancara. Berikut penjelasannya satu per satu.
1. Tahap Persiapan
Menentukan maksud atau tujuan wawancara (topik wawancara).
Menentukan informasi yang akan dikumpulkan atau di data.
Menentukan dan menghubungi narasumber.
Menyusun daftar pertanyaan.
2. Tahap Pelaksanaan
Mengucap salam
Memperkenalkan diri
Mengutarakan maksud dan tujuan wawancara.
Menyampaikan pertanyaan dengan teratur.
Mencatat dan merekam pokok-pokok wawancara.
Mengakhiri dengan salam dan meminta kesediaan narasumber untuk dapat dihubungi kembali jika ada yang perlu dikonfirmasi atau dilengkapi.
3. Tahap Penyusunan Hasil Wawancara (Laporan Wawancara)
Setelah hasil wawancara diperoleh, langkah selanjutnya adalah membuat laporan wawancara. Laporan wawancara terdiri atas:
Tema atau topik wawancara.
Tujuan atau maksud dari wawancara.
Identitas narasumber.
Ringkasan isi wawancara. Isi wawancara dapat ditulis dalam bentuk dialog atau dalam bentuk narasi.
Pokok Pertanyaan dalam Wawancara
Seperti yang dijelaskan di atas, pada tahapan persiapan harus menyusun daftar pertanyaan. Untuk memudahkan dalam membuatnya, ada pokok pertanyaan dalam wawancara yang disebut dengan 5W+1H atau Asdikamba, yakni:
Apa yang terjadi?
Siapa yang terlibat?
Di mana kejadiannya?
Kapan terjadinya?
Mengapa hal itu terjadi?
Bagaimana terjadinya?
Pertanyaan tersebut haruslah faktual dengan dibuktikan adanya laporan. Hindari pertanyaan yang dapat dijawab dengan “ya atau tidak”, “benar atau salah”, dan lainnya. Sebab, pertanyaan tersebut tidak menghasilkan banyak informasi.
Dalam melakukan wawancara sebaiknya mengajukan beberapa pertanyaan inti saja. Namun, diharapkan pertanyaan tersebut dapat membuat narasumber menjawab secara detail dan jelas, serta menghadirkan banyak informasi di setiap jawabannya.
Baca Juga: Pengertian Wawancara dan Jenis-jenisnya
Dengan membuat pokok pertanyaan wawancara akan memudahkan pewawancara dalam mencari informasi sebanyak-banyaknya. Selain itu, wawancara akan berjalan dalam koridor wacana dan tidak melenceng ke mana-mana. (MZM)
