Konten dari Pengguna

Memahami Sumber-Sumber Penerimaan Daerah dan Penyebab Pendapatan Rendah

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi deskripsikan sumber-sumber penerimaan daerah. Foto: Unsplash/Mufid Majnun
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi deskripsikan sumber-sumber penerimaan daerah. Foto: Unsplash/Mufid Majnun

Suatu daerah dinilai berhasil apabila sumber pendapatannya memadai untuk penyelenggaraan berbagai kegiatan. Salah satu pertanyaan terkait hal tersebut adalah deskripsikan sumber-sumber penerimaan daerah.

Pasalnya, terdapat beberapa sumber pendapatan yang diterima suatu daerah. Di sisi lain, pendapatan daerah berbeda-beda hingga membuat beberapa di antaranya memiliki pemasukan yang rendah.

Penjelasan Sumber-Sumber Penerimaan Daerah

Ilustrasi deskripsikan sumber-sumber penerimaan daerah. Foto: Unsplash/Afif Ramdhasuma

Dikutip dari buku Akuntansi Keuangan Daerah oleh Prof. Dr. Abdul Halim, MBA, Akt. (2008), penerimaan atau pendapatan daerah adalah semua penerimaan rekening kas umum daerah, yang menambah ekuitas dana jangka pendek dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah.

Adapun penjelasan dari pertanyaan deskripsikan sumber-sumber penerimaan daerah berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014 yakni:

1. Pajak Daerah

Pajak daerah adalah iuran wajib yang dibayar individu maupun badan kepala daerah. Aturan tentang pajak daerah ditetapkan undang-undang. Dari pajak tersebut digunakan untuk membangun dan membiayai penyelenggaraan pemerintah daerah.

2. Retribusi Daerah

Retribusi daerah adalah pembayaran jasa dan izin tertentu. Retribusi daerah ini khusus disediakan atau diberikan oleh pemerintah daerah (Pemda).

Retribusi daerah digunakan untuk kepentingan badan dan pribadi. Retribusi daerah dibagi menjadi beberapa jenis seperti retribusi jasa UU, usaha, dan perizinan tertentu.

3. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan

Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan merupakan hasil yang diperoleh dari pengelolaan kekayaan yang terpisah dari pengelolaan APBD.

Jika pengelolaan tersebut memperoleh laba, maka dapat dimasukkan sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah.

Hasil yang mencakup kekayaan daerah yang dipisahkan mencakup:

  • Bagian laba atas penyertaan modal pada BUMD

  • Bagian laba atas penyertaan modal pada BUMN

  • Bagian laba atas penyertaan pada perusahaan swasta

4. Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah

Lain-lain pendapatan asli daerah yang sah merupakan penerimaan daerah yang tidak termasuk dalam jenis pajak daerah, retribusi daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan.

Penyebab Rendahnya PAD

Ilustrasi penyebab rendahnya Pendapatan Asli Daerah. Foto: Unsplash/Mufid Majnun

Beberapa daerah memiliki pendapatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tinggi. Akan tetapi, beberapanya juga memiliki persoalan PAD yang rendah. Adapun beberapa penyebab rendahnya PAD di antaranya:

  • BUMD belum memberikan keuntungan terhadap pemerintah daerah.

  • Banyaknya sentralisasi dalam perpajakan yang ditarik pemerintah pusat.

  • Meskipun memiliki banyak sumber pendapatan, akan tetapi tidak dapat mencukupi sebagai sumber penerimaan.

  • Kurangnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak, retribusi dan pungutan lain.

  • Adanya kebocoran atau dikorupsi.

Baca Juga: Penjelasan Penerimaan APBN Berupa Penerimaan Negara Bukan Pajak dan Hibah

Dari penjelasan tentang deskripsikan sumber-sumber penerimaan daerah, dapat diketahui bahwa terdapat beberapa jenis pendapatan asli daerah. Meski demikian, pendapatan tersebut tidak selalu bisa menyelesaikan permasalah daerah dan bergantung pusat.(MZM)