Konten dari Pengguna

Memahami Tradisi Rabu Kasan yang Dilaksanakan di Bulan Safar

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apa yang kamu ketahui tentang tradisi Rabu Kasan. Foto: Unsplash/Mufid Majnun
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apa yang kamu ketahui tentang tradisi Rabu Kasan. Foto: Unsplash/Mufid Majnun

Apa yang kamu ketahui tentang tradisi Rabu Kasan? Rabu Kasan atau Rebo Wekasan adalah sebuah istilah penyebutan hari terakhir dalam bulan Safar. Dalam memperingati Rabu Kasan, berbagai daerah memiliki caranya masing-masing.

Sebenarnya bagaimana asal usul dari tradisi Rabu Kasan dan apa saja kegiatan yang dilakukan dalam menghadapi hari tersebut?

Baca Juga: 7 Tradisi Menyambut Tahun Baru Islam di Indonesia

Apa yang Kamu Ketahui tentang Tradisi Rabu Kasan?

Ilustrasi tradiri Rabu Kasan yang dilaksanakan di bulan Safar. Foto: Pexels/Thirdman

Bulan Safar adalah bulan kedua dalam penanggalan Hijriah. Makna dari bulan Safar adalah sunyi dan sepi. Hal ini berdasarkan dari sejarah orang-orang di Arab yang menjelaskan kebiasaan masyarakat Arab Saudi zaman dahulu yang kerap mengosongkan rumahnya untuk pergi berperang pada bulan Safar. Bahkan, bulan Safar dianggap sebagai bulan sial.

Selain itu, terdapat sebuah hari di mana akan turun 320.000 musibah dan kejadian itu terjadi pada hari Rabu terakhir di bulan Safar, seperti yang dikutip dari buku Amalan Shalat Rebo Wekasan oleh U. N. Mahali (2019: 13).

Di dalam buku tersebut dijelaskan bahwa pada hari Rabu terakhir dan orang Jawa pada umumnya menyebutnya dengan Rabu Wekasan adalah sebuah hari seluruh musibah dalam satu tahun turun pada hari tersebut. Maka dari itu, hari Rabu terakhir di bulan Safar lebih berat dibandingkan hari-hari lainnya.

Tradisi Rabu Kasan di Berbagai Daerah di Indonesia

Umat Islam di berbagai daerah di Indonesia memiliki berbagai tradisi untuk memperingati hari Rabu Kasan, di antaranya:

1. Rabu Wekasan Bantul

Masyarakat Desa Wonokromo, Bantul biasa melakukan tradisi Rabu Pungkasan. Konon katanya, pada hari Rabu terakhir dalam bulan Safat merupakan hari pertemuan antara Sri Sultan Hamengkubuwono I dengan Kiai Faqih Usman yang bisa menyembuhkan segala macam penyakit dan dapat memberikan keberkahan.

Pada puncak acara Rebo Wekasan biasanya dengan mengarak lemper berukuran raksasa untuk dibagikan kepada para pengunjung.

2. Petik Laut Banyuwangi

Masyarakat Pantai Waru Doyong, Banyuwangi merayakan Rabu Kasan dengan sebuah tradisi yang bernama Petik Laut. Petik Laut adalah kegiatan doa bersama yang diikuti dengan ritual melarung sesaji yang diletakkan di sebuah kapal di tengah laut.

3. Dudus Banten

Dudus Banten adalah sebuah tradisi mandi kembang tujuh rupa yang dilakukan pada Rabu akhir di bulan Safar. Selain itu, kegiatan tersebut juga diikuti dengan tradisi sedekah bumi.

Itulah penjelasan mengenai tradisi Rabu Kasan sebagai peringatan hari Rabu terakhir di bulan Safar. Semoga informasi di atas dapat menambah wawasan Anda mengenai peristiwa yang terjadi di penggalan Hijriah.(MZM)