Mengapa Benda Permukaan Keras Dapat Memantulkan Bunyi? Simak Penjelasannya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa benda permukaan keras dapat memantulkan bunyi? Contohnya, menyanyi dalam ruangan, bicara di dalam gua, suara di dalam kontainer dan sebagainya.
Kadang heran ketika karaoke di dalam rumah dianggap mengganggu oleh tetangga. Padahal volume suara dirasa tidak terlalu keras. Ini mungkin disebabkan oleh pemantulan bunyi.
Baca juga: Macam-macam Sifat Gelombang Bunyi dan Pengertiannya
Mengapa Benda Permukaan Keras Dapat Memantulkan Bunyi?
Dikutip dari Modul Ilmu Pengetahuan Alam Paket B untuk Kelas VIII (2018) yang ditulis oleh Udik Pujianto dan Binti Ni’matul Khoir, pemantulan bunyi terjadi ketika gelombang bunyi terhalang oleh pembatas. Pembatas tersebut bisa berupa tembok, tebing, seng dan sebagainya. Dengan kata lain, pembatas tersebut berupa benda dengan permukaan keras.
Peristiwa pemantulan bunyi mengikuti Hukum Pemantulan bunyi, yaitu:
Bunyi yang datang, bunyi pantul dan garis normal selalu terletak pada satu bidang pantul.
Sudut datang (i) sama dengan sudut pantul (r).
Sedangkan jenis-jenis bunyi pantul adalah sebagai berikut:
Gaung, yaitu bunyi pantul yang terdengar hampir bersamaan dengan bunyi asli.
Gema, yaitu bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli.
Bunyi pantul yang memperkuat bunyi asli, yaitu bunyi pantul yang hampir bersamaan dengan bunyi asli dan terdengar hampir sama kuat. Ini akibat suara asli dan dinding pemantul cukup dekat.
Jarak tempuh bunyi pantul dihitung menggunakan rumus:
2S = V x t
2S: jarak tempuh bolak – balik (m)
v: cepat rambat bunyi (m/s)
t: waktu tempuh bunyi (s)
m: meter
s: sekon
Manfaat Pemantulan Bunyi
Pemantulan bunyi dipelajari karena ada manfaatnya. Berikut adalah manfaat pemantulan bunyi, yaitu:
Untuk pengembangan sistem pengeras suara. Pemantulan akan mempengaruhi suara yang keluar dari pengeras suara.
Untuk mempelajari sistem pendengaran makhluk hidup. Makhluk hidup mendengar dari suara yang merambat dan memantul. Salah satu penelitian yang menarik adalah kemampuan kelelawar dan lumba-lumba mengenali sekelilingnya memanfaatkan pantulan bunyi.
Untuk pengembangan sistem sonar kapal selam yang diadopsi dari kelelawar dan lumba-lumba. Sistem sonar adalah sistem yang digunakan untuk mendeteksi tempat dalam melakukan gerakan.
Untuk kepentingan dunia medis, contohnya stateskop yang memanfaatkan pantulan suara di dalam rongga tubuh manusia.
Untuk kepentingan dunia pelayaran dan angkatan laut. Kedalaman laut bisa diukur dengan mengirimkan transmitter ke dasar laut dan kemudian dipantulkan.
Pertanyaan tentang mengapa benda permukaan keras dapat memantulkan bunyi ini bisa dijadikan instropeksi agar tidak berisik meski di rumah sendiri. Suara yang terkena tembok bisa saja menjadi jenis bunyi pantul yang memperkuat bunyi asli. Setiap pengetahuan akan ada manfaatnya. (LUS)
