Mengapa Umat Islam Dianjurkan Tidur Menghadap Kiblat?

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjalankan segala anjuran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan salah satu bentuk ketaatan. Agama Islam mengatur umatnya dalam segala hal sampai detail, salah satunya adalah tidur menghadap kiblat.
Anjuran Tidur Menghadap Kiblat
Mengutip buku berjudul Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia karangan Aziz Alimul Hidayat dan Musrifatul Uliyah (2015: 115), tidur adalah suatu keadaan tidak sadarkan diri yang relatif, bukan hanya keadaan penuh ketenangan tanpa kegiatan namun merupakan siklus yang berulang, dengan ciri minimnya aktifitas, memiliki kesadaran bervariasi, terdapat perubahan-perubahan proses fisiologi dan terjadinya penurunan respon terhadap rangsanan luar.
Tidur juga merupakan bentuk kebesaran Allah SWT kepada manusia untuk beristirahat dari kegiatan selama satu hari. Hal tersebut dijelaskan dalam Surat Ar Rum ayat 23 yang artinya,
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah tidurmu di waktu malam dan siang hari serta usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.”
Saat akan tidur, tidak hanya menumpangkan badan di atas kasur. Terdapat adab-adab yang perlu diperhatikan. Seperti tidur menghadap arah kiblat seperti yang dicontohkan Rasulullah. Dijelaskan Asruq, dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwasanya beliau berkata,
Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menyiapkan tempat tidurnya, kemudian tidur dengan menghadap kiblat. Dan apabila beliau merebahkan diri di atasnya, maka beliau jadikan telapak tangan kanannya sebagai bantal, lalu bergumam yang tidak kuketahui apa yang dibacanya. Dan apabila malam hari menjelang akhirnya, maka beliau mengeraskan suaranya seraya membaca doa.” (HR. Abu Ya’la no. 210).
Selain tidur menghadap arah kiblat dianjurkan juga untuk tidur dalam keadaan suci agar terhindar dari gangguan setan dan iblis. Hal tersebut dijelaskan dalam sebuah hadist,
“Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu’ terlebih dahulu sebagaimana wudhu’mu untuk melakukan shalat.” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)
Menjalankan segala anjuran dari Rasulullah selain sebagai bentuk ketaatan, juga memiliki banyak keutamaan. Oleh karena itu untuk selalu mengamalkan sunnah-sunnah ketika akan tidur seperti yang sudah di jelaskan di atas. (MZM)
