Konten dari Pengguna

Mengenal Bentuk Baku dari Sekedar dalam Bahasa Indonesia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apa Bentuk Baku dari Sekedar? (Foto: felix_w by https://pixabay.com/)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apa Bentuk Baku dari Sekedar? (Foto: felix_w by https://pixabay.com/)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bentuk baku dari sekedar adalah sekadar. Adapun arti sekadar adalah sesuai atau seimbang dengan, menurut keadaan (kemungkinan, keperluan, dan sebagainya), sepadan dengan, hanya untuk, seperlunya, dan seadanya.

Kata baku adalah kata yang pengucapan ataupun penulisannya sesuai dengan kaidah-kaidah standar atau kaidah-kaidah yang dibakukan. Sementara kata tidak baku adalah kata yang cara pengucapan atau penulisannya tidak memenuhi kaidah-kaidah standar tersebut.

Apa Bentuk Baku dari Sekedar Menurut KBBI?

Ilustrasi Apa Bentuk Baku dari Sekedar? (Foto: hudsoncrafted by https://pixabay.com/)

Kaidah standar diperlukan dalam menulis secara tulisan maupun komunikasi secara lisan dalam bahasa Indonesia. Dalam pengucapan dan penulisan bahasa Indonesia yang benar, penggunaan kata baku dan tidak baku harus dapat dibedakan dengan baik.

Kata baku diaplikasikan sebagai kata yang cara pengucapan dan penulisannya mengikuti kaidah atau aturan yang dibakukan, seperti yang ada dalam pedoman ejaan yang disempurnakan (EYD), tata bahasa baku, dan kamus.

Sebelumnya aritkel ini telah membahas arti kata baku yaitu kata yang pengucapan maupun penulisannya sesuai dengan kaidah-kaidah standar atau kaidah-kaidah yang dibakukan. Sementara itu, kata tidak baku merupakan kata yang cara pengucapan dan penulisannya tidak sesuai dengan aturan yang telah dibakukan.

Dikutip dari buku Persiapan UN Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs yang ditulis oleh Sarjan Ramdani dan Hada Maulana (2008: 14), berikut adalah ciri-ciri kata baku:

  • Tidak dipengaruhi oleh bahasa daerah.

  • Tidak dipengaruhi oleh bahasa asing.

  • Bukan merupakan ragam bahasa percakapan.

  • Tidak rancu.

  • Digunakan sebagai konteks kalimat.

  • Pemakaian imbuhan secara eksplisit.

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa bentuk baku dari sekedar adalah sekadar. Penggunaan kata baku sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Umumnya kata baku digunakan dalam karangan ilmiah, tetapi bukan berarti tidak dapat digunakan di karangan sastra lainnya.

Baca juga: 30 Contoh Kata Baku dan Tidak Baku yang Sering Dipakai Beserta Pengertiannya

Demikian penjelasan mengenai bentuk baku dari sekedar, yaitu sekadar. Apakah sekarang sudah paham mengenai kata baku dalam bahasa Indonesia? Semoga informasi di atas dapat menambah wawasan dalam menulis! (CHL)