Mengenal Honai, Rumah Adat dari Suku yang Ada di Pulau Papua

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Honai merupakan rumah adat dari suku yang ada di Pulau Papua. Sama seperti rumah tradisional daerah lainnya, Honai juga memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri.
Oleh karena itulah, tidak heran jika banyak orang yang tertarik ingin tahu lebih banyak tentang rumah tradisional suku di Papua tersebut. Apalagi material yang digunakan untuk membangun rumah juga terbilang unik, karena memanfaatkan bahan alam yang ada di sekitar.
Honai, Rumah Adat dari Suku yang Ada di Pulau Papua
Mengutip dari buku Etnopedagogik Pendidikan Inklusif Berbasis Kearifan Lokal di Nusantara, Mamat Supriatna, Elpri Darta Putra, dan Riduan Febriandi (2023:196), Honai merupakan rumah adat dari suku yang ada di Pulau Papua.
Bagi yang tertarik ingin tahu lebih banyak tentang rumah tradisional Hanoi milik suku Papua, berikut informasi selengkapnya.
1. Bahan-Bahan yang Digunakan untuk Membuat Rumah Honai
Di bawah ini adalah berbagai bahan yang digunakan untuk membuat rumah Honai, di mana semua bahannya diambil dari alam.
Papan cincang, yakni papan dengan kedua ujung yang dibuat runcing seperti tombak. Di mana nantinya bagian yang runcing akan ditanam ke dalam tanah dan dimanfaatkan sebagai dinding Honai.
Balok kayu untuk tiang tengah yang berfungsi sebagai penyangga.
Kayu buah untuk bagian rangka penutup.
Lokop atau pinde yang berbentuk seperti bambu kecil panjang, di mana fungsinya adalah sebagai alas tempat tidur.
Rumput alang-alang untuk bagian atap.
Tali rotan dari akar pohon atau tanaman sulur-suluran yang berfungsi sebagai tali.
2. Proses Pembuatan Rumah Honai
Sebelum membangun rumah Honai, biasanya pihak keluarga akan mengundang kerabat untuk makan bersama atau yang disebut dengan bakar batu. Jadi, mereka akan menggali tanah dan kemudian menaruh sebuah batu besar yang datar sebagai alas tiang.
Nantinya, tiang utama akan ditaruh di atas batu tersebut. Tujuannya agar tiang tidak cepat lapuk karena resapan air. Baru setelahnya, di sekitar tiang akan digali tanah berbentuk lingkaran dan papan cincang akan ditancapkan mengikuti lingkaran yang sudah digali.
Apabila tiang dan dinding honai sudah berdiri, maka bisa langsung memasang rangka atap dengan cara mengikat kayu buah pada tiang utama dan dinding Honai. Setelah itu, alang-alang dikumpulkan dan diikat seperti sapu lidi untuk dipasang di atap.
Baca Juga: Rumah Adat Musalaki: Sejarah, Fungsi, dan Keuntungannya
Berdasarkan ulasan di atas, bisa diketahui bahwa Honai merupakan rumah adat dari suku yang ada di Pulau Papua. Semoga bermanfaat. (Anne)
