Konten dari Pengguna

Mengenal Ilmuwan Kimia yang Mengemukakan Konsep Kulit Atom

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi konsep kulit atom. Sumber: www.unsplash.com.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi konsep kulit atom. Sumber: www.unsplash.com.

Konsep kulit atom dikemukakan oleh Niels Bohr, seorang ilmuwan kimia. Bohr membuat penelitian setelah melihat kelemahan dalam model atom Rutherford.

Ilmu pengetahuan itu memiliki sifat bisa dimanfaatkan untuk berbagai bidang. Meski model atom masuk dalam pelajaran kimia di sekolah, namun teori-teori atom yang juga dibahas di bidang fisika.

Baca juga: Aturan Konfigurasi Elektron Bohr dalam Ilmu Fisika

Konsep Kulit Atom yang Dikemukakan oleh Niels Bohr

Dalam buku Kimia untuk SMA kelas X (2009) yang ditulis oleh Budi Utami dan kawan-kawan disebutkan bahwa Niels Henrik David Bohr mengemukakan konsepnya pada tahun 1913, yaitu setelah Rutherford menyatakan bahwa ketika elektron-elektron mengelilingi inti atom, terjadi percepatan yang terus-menerus sehingga elektron harus melepaskan energi. Lama kelamaan energi tersebut habis dan elektron jatuh ke inti atom.

Faktanya, elektron tidak pernah jatuh ke inti atom. Untuk menyempurnakan model tersebut, Niels menngajukan model atom Rutherford-Bohr. Di kemudian hari, model atau teori atom tersebut lebih dikenal sebagai model atom Bohr.

Model atom Bohr adalah sebagai berikut:

  1. Elektron-elektron dalam atom hanya dapat melalui lintasan tertentu yang disebut kulit-kulit atau tingkat-tingkat energi. Pada lintasan tersebut, elektron dalam keadaan stationer, yaitu tidak memancarkan atau menyerap energi.

  2. Elektron dapat berpindah dari satu lintasan ke lintasan lain.

  3. Elektron yang berpindah dari tingkat energi tinggi ke rendah akan memancarkan energi, sedangkan elektron yang berpindah dari tingkat energi rendah ke tinggi akan menyerap energi.

  4. Kedudukan elektron dalam kulit-kulit atau tingkat-tingkat energi diibaratkan seperti kedudukan manusia di anak-anak tangga. Tubuh manusia hanya bisa berdiri di anak tangga tertentu tapi tidak bisa berdiri di antara anak tangga.

Jika dilihat, lintasan atom Bohr hampir sama dengan tata surya. Bedanya, dalam tata surya, tiap orbit hanya bisa ditempati oleh satu planet. Sedangkan dalam model atom Bohr, tiap lintasan bisa terdiri dari beberapa elektron.

Kelemahan Konsep Kulit Atom Bohr

Ilustrasi konsep kulit atom. Sumber: www.unsplash.com.

Sifat ilmu pengetahuan yang terus berkembang juga terjadi dalam model atom Bohr. Model atom Bohr memiliki kelemahan sebagai berikut:

  1. Model atom Bohr disebutkan cukup untuk memodelkan spektrum sederhana seperti hidrogen tapi tidak cukup untuk memprediksi spektrum elemen yang lebih kompleks.

  2. Model atom Bohr tidak bisa menjelaskan spektrum warna dari dari atom berelektron banyak. Dengan kata lain tidak dapat menjelaskan efek Zeeman dan efek Stark.

Konsep dalam ilmu kimia dan ilmu-ilmu pengetahuan lain tidak langsung benar dan sempurna. Ada perjalanan panjang teori, penelitian dan pembuktian seperti yang dilakukan Bohr terhadap model atom Rutherford, serta ilmuwan lain terhadap model atom Bohr. (LUS)