Konten dari Pengguna

Mengenal Lactobacillus Bulgaricus yang Berperan dalam Pembuatan Yoghurt

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi lactobacillus bulgaricus dalam pembuatan yoghurt. Sumber: www.unsplash.com.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lactobacillus bulgaricus dalam pembuatan yoghurt. Sumber: www.unsplash.com.

Salah satu bahan makanan atau minuman favorit dalam tren hidup sehat belakangan ini adalah yoghurt. Yoghurt adalah produk olahan susu yang telah difermentasi sehingga rasanya asam. Lactobacillus bulgaricus berperan dalam pembuatan yoghurt tersebut.

Mengenal Lactobacillus Bulgaricus

Lactobacillus bulgaricus ditemukan oleh seorang dokter asal Bulgaria bernama Stamen Grigorov. Lactobacillus bulgaricus termasuk salah satu jenis bakteri asam laktat, yang mampu mengubah karbohidrat (glukosa) menjadi asam laktat. Yoghurt lebih awet dibandingkan susu karena ada pengawet alami berupa asam laktat ini. Asam laktat berfungsi menghambat pertumbuhan bakteri lain.

Dikutip dari laman www.journal.uny.ac.id, manfaat youghurt bagi tubuh manusia adalah menurunkan kadar kolesterol darah, menjaga kesehatan lambung, mencegah penyakit kanker pada saluran pencernaan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Baca juga: Cara Membuat Yoghurt yang Lembut dengan Dua Bahan

Cara Pembuatan Yoghurt

Ilustrasi lactobacillus bulgaricus dalam pembuatan yoghurt. Sumber: www.unsplash.com.

Di internet banyak tutorial pembuatan yoghurt yang praktis di rumah hanya dengan menggunakan 1 liter susu UHT dan 2 sendok makan yohurt plain yang banyak dijual di supermarket.

Berikut ini proses pembuatan yoghurt menggunakan lactobacillus bulgaricus yang dikutip dari unggahan Sutrisno Koswara dari Prodi Teknologi Pangan di laman www.tekpan.unimus.ac.id:

Bahan pembuatan yoghurt:

  1. Susu sapi berkualitas baik.

  2. Susu skim untuk memperbaiki tekstur yoghurt.

  3. Gula halus.

  4. Starter berupa lactobacillus bulgaricus dan streptococcus thermopillusdengan ukuran 3% dari keseluruhan bahan.

  5. Essence sesuai selera.

  6. Pewarna sesuai selera.

Cara pembuatan yoghurt:

  1. Didihkan 1 liter susu di dalam panci dan sesekali diaduk.

  2. Setelah mendidih, kecilkan api, lalu biarkan mendidih selama 10 menit.

  3. Tambahkan 100 gram susu skim dan 100 gram gula halus, lalu aduk lagi.

  4. Matikan kompor, lalu susu dihomogenisasi dan didinginkan hingga suhu 45⁰C sambil ditambahkan essence 7 mL dan pewarna.

  5. Siapkan starter berupa biakan Lactobacillus bulgaricus dan streptococcus thermopillus masing-masing 30 mL. Susu diinokulasikan dengan starter tersebut. Pencampuran ini harus merata dan bersih agar tidak tercemar bakteri lain.

  6. Usahakan diinkubasi dalam suhu 45⁰C selama 5 jam.

  7. Jika sudah menggumpal, yoghurt bisa langsung dimakan atau diaduk sehingga lebih cair dan rata.

  8. Yoghurt bisa awet selama 2 minggu dengan cara didiamkan di atas air bersuhu 70⁰C di dalam dandang selama 15 menit. Jika sudah dingin, bisa disimpan di kulkas.

Cara pembuatan yoghurt menggunakan starter lactobacillus bulgaricus maupun menggunakan bibit berupa yoghurt yang sudah jadi termasuk mudah. Mungkin yang agak sulit adalah memastikan suhu yang diperlukan selama proses pembuatan tetap stabil. (LUS)