Mengenal Landasan Pembangunan Orde Baru di Indonesia

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kita tahu bahwa Orde Baru adalah masa di mana Presiden Soeharto masih memimpin Indonesia. Namun, tahukah kamu mengenai landasan pembangunan yang digunakan pada masa tersebut? Ya, landasan pembangunan Orde Baru adalah Trilogi Pembangunan.
Apa yang dimaksud oleh Trilogi Pembangunan? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Baca juga: Sejarah Supersemar, Bentuk Penyerahan Orde Lama Menuju Orde Baru
Trilogi Pembangunan: Landasan Pembangunan Orde Baru
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, landasan pembangunan Orde Baru adalah Trilogi Pembangunan. Menurut buku Hari-hari yang Panjang Transisi Orde Lama ke Orde Baru oleh Sulastomo (2008:192), Trilogi Pembangunan itu adalah:
Terciptanya stabilitas politik yang mantap, yang memungkinkan kelangsungan jalannya pembangunan
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi, untuk memperbesar kue nasional
Pemerataan hasil pembangunan untuk memenuhi prinsip keadilan sosial
Trilogi Pembangunan, secara singkat diperkenalkan sebagai Stabilitas, Pertumbuhan, dan Pemerataan. Pertumbuhan didahulukan, oleh karena tanpa “kue nasional” yang membesar, pemerataan tidak akan berarti.
Trilogi Pembangunan diadakan karena pada awal Orde Baru, kondisi Indonesia sedang tidak baik. Misalnya inflasi hingga 650 persen, rusaknya alat-alat produksi pertanian, dan lain sebagainya. Sayangnya, terdapat beberapa masalah ketika Trilogi Pembangunan dilaksanakan karena:
Adanya peraturan yang mengendalikan aksi mahasiswa serta pers akibat pelaksanaan dari stabilitas politik
Banyaknya para investor asing yang menanam modal di Indonesia sehingga hutang luar negeri semakin melambung akibat pelaksanaan pertumbuhan ekonomi. Namun, hal ini menurun ketika harga minyak dunia jatuh.
Adanya kredit usaha tani dan mitra pengusaha besar sebagai jalur-jalur distributif akibat pelaksanaan pemerataan hasil
Repelita: Rencana Jangka Pendek Pembangunan Orde Baru
Tak hanya Trilogi Pembangunan, ada juga Repelita yang menjadi rencana jangka pendek untuk melaksanakan pembangunan di Indonesia pada masa Orde Baru. Repelita sendiri merupakan singkatan dari Rencana Pembangunan Lima Tahun.
Repelita sejatinya diterapkan agar pembangunan bisa berjalan secara terpusat untuk ekonomi makro di Indonesia. Repelita dilaksanakan selama 6 periode sejak tahun 1969 hingga turunnya Presiden Soeharto dari kepemimpinan Indonesia. Tujuan masing-masing Repelita pun berbed-beda.
Kesimpulannya, landasan pembangunan Orde Baru adalah Trilogi Pembangunan. Selain Trilogi Pembangunan, ada juga Repelita yang menjadi rencana jangka pendek pembangunan Indonesia. (LOV)
