Konten dari Pengguna

Mengenal Makna Pemaridan Guru dalam Agama Hindu

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Makna Pemaridan Guru. (Foto: minxutopia by https://pixabay.com/id/)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Makna Pemaridan Guru. (Foto: minxutopia by https://pixabay.com/id/)

Dalam agama Hindu, Hari Raya Galungan merupakan hari raya yang wajib dilaksanakan oleh umat Hindu untuk merayakan kemenangan dharma melawan adharma. Galungan dirayakan setiap 210 hari sekali, karena yang dipakai untuk menentukan hari Galungan adalah panca wara, sapta wara, dan wuku. Jika panca waranya adalah kliwon, sapta waranya adalah rabu, dan wukunya dungulan, maka hari itu disebut Hari Raya Galungan. Salah satu rangkaian pelaksanaan Hari Raya Galungan adalah Pemaridan Guru. Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai makna Pemaridan Guru dalam agama Hindu.

Baca juga: Rangkaian Hari Raya Galungan dan Kuningan bagi Umat Hindu

Hari Raya Galungan Dirayakan di Mana?

Ilustrasi Makna Pemaridan Guru. (Foto: Paragkini by https://pixabay.com/id/)

Sebelumnya sudah dibahas mengenai Hari Raya Galungan yang dirayakan setiap 210 hari sekali. Momen ini ditujukan untuk memperingati terciptanya alam semesta, dan sebagai ucapan syukur atas apa yang sudah diberikan Sang Hyang Widhi Wasa dengan melakukan persembahan dan persembahyangan.

Dikutip dari buku Widya Dharma Agama Hindu untuk SMP kelas VII yang ditulis oleh I Wayan Midastra, dkk (2007: 50), Hari Raya Galungan terdiri dari beberapa rangkaian pelaksanaan seperti Tumpek Wariga, Sugihan Jawa, Sugihan Bali, Hari Penyekeban, Hari Penyajaan, Hari Penampahan Galungan, Hari Raya Galungan, Hari Umanis Galungan, Hari Pemaridan Guru, Hari Ulihan, Hari Pemacekan Agung, Hari Penampahan Kuningan, Hari Raya Kuningan, Hari Umanis Kuningan, dan Hari Budha Kliwon Pegat Warah/Pegat Wakan.

Mitologi yang berkaitan dengan sejarah Hari Raya Galungan adalah cerita peperangan antara Batara Indra yang melambangkan Mayadenawa yang berkaitan dengan kebatilan (adharma). Artikel kali ini akan membahas lebih spesifik pada makna Pemaridan Guru sebagai salah satu rangkaian pelaksanaan Hari Raya Galungan.

Hari Pemaridan Guru dilaksanakan setiap Saniscara Pon Wuku Dungulan. Pada ini hari umat Hindu melakukan persembahyangan kepada para dewa, menghaturkan parama suksma karena berkat anugerah beliaulah kita dapat merayakan Hari Raya Galungan dengan selamat dan meriah.

Pada hari Pemaridan Guru, dewa juga kembali ke khayangan setelah meinggalkan anugerah berupa kedhurghayusaan (panjang umur. Demikian penjelasan mengenai makna Pemaridan Guru, semoga bermanfaat! (CHL)