Konten dari Pengguna

Mengenal Makna Tradisi Nyekar saat Lebaran dalam Agama Islam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mengenal Makna Tradisi Nyekar Saat Lebaran pada Bulan Ramadhan. Sumber: www.pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mengenal Makna Tradisi Nyekar Saat Lebaran pada Bulan Ramadhan. Sumber: www.pixabay.com

Sebentar lagi umat islam akan menyambut hari lebaran dari bulan ramadhan ini. Banyak sudah kegiatan umat muslim dalam menyambutnya, salah satunya adalah tradisi nyekar yang sangat sering ditemui. Simak artikel di bawah ini untuk mengenal makna tradisi nyekar saat lebaran pada bulan Ramadhan.

Mengenal Makna Tradisi Nyekar saat Lebaran

Ilustrasi Mengenal Makna Tradisi Nyekar Saat Lebaran pada Bulan Ramadhan. Sumber: www.pixabay.com

Dikutip dari buku “ Potret Pendidikan Kita” yang ditulis oleh Ahmad Boedowi (2015), dalam dua atau tiga hari sebelum menjelang Ramadhan biasanya seluruh keluarga umat islam memiliki tradisi seperti saling berkunjung, bersilatuhrahim, dan nyekar.

Berziarah ke makam keluarga atau biasa disebut nyekar sudah menjadi tradisi yang dilakukan umat Islam menjelang bulan suci Ramadan.

Nyekar merupakan satu di antara tradisi untuk menghormati serta mendoakan orang yang telah tiada agar tenang di sisi Allah Swt. Apakah itu nyekar ke makam keluarga maupun kerabat. Tradisi nyekar juga bisa meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada Allah Swt. agar makin baik serta senantiasa mengingat kepada kematian.

Singakatnya tradisi nyekar adalah untuk memohon doa restu (pangestu) kepada nenek moyang, terutama bila seseorang menghadapi tugas berat, akan pergi jauh maupun mempunyai keinginan besar untuk meraih sesuatu.

Ilustrasi Mengenal Makna Tradisi Nyekar Saat Lebaran pada Bulan Ramadhan. Sumber: www.pixabay.com

Ustaz Maulana berpendapat, ziarah makam sebelum puasa Ramadan diperbolehkan. Khususnya bila kubur yang diziarahi adalah makam orang tua yang dapat menjadi wujud kebaktian seorang anak kepada orang tuanya. "Jadi pada dasarnya orang ziarah kubur silakan boleh-boleh saja.

Hikmah ziarah kubur dapat mengingatkan manusia akan adanya hari kematian dan kehidupan selanjutnya di akhirat. Hal ini dapat mendorong manusia untuk semakin rajin dalam beribadah, berbuat kebaikan, dan beramal saleh.

Saat Nyekar sering ada penggunaan bunga dan kemenyan saat ziarah kubur mengandung alasan sederhana, yakni aromanya yang wangi. Biasanya bunga yang dibawa kembang telon. Isinya ada tiga bunga, yakni mawar, kenanga, dan cempaka putih.

Baca Juga:Warga Nyekar Jelang Puasa di TPU Menteng Pulo: Berdoa dan Minta Keberkahan

Ketiganya punya wangi yang harum. Wangi harum dari bunga dipercaya dapat mendatangkan malaikat untuk melindungi tanah kuburan.

Itulah sekilas makna dan penjelasan mengenai nyekar yang merupakan bagian dari tradisi islam saat menyambut lebaran pada saat Ramadhan. (NDA)