Mengenal Mushaf Madinah dan Perbedaannya dengan Mushaf Standar Indonesia

Konten dari Pengguna
13 Januari 2022 19:01
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mengenal Mushaf Madinah dan Perbedaannya dengan Mushaf Standar Indonesia (67599)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mushaf Madinah. Foto: freepik.com/meen-na
ADVERTISEMENT
Pernahkah Anda mendengar Mushaf Madinah atau Al-Quran Mushaf Madinah saku. Lalu apa itu Mushaf Madinah dan apa saja perbedaan Mushaf Madinah dan Mushaf standar Indonesia?
ADVERTISEMENT

Mengenal Mushaf Madinah dan Perbedaannya dengan Mushaf Standar Indonesia

Dikutip dari Majalah Madrasatul Qur an Times Edisi 2 oleh Redaksi MQ Times (2019: 33) Mushaf Madinah atau dikenal sebagai Mushaf al-Madiniah an-Nabawiyah merupakan Mushaf yang diterbitkan oleh Mujamaa’ al Malik Fahd di Saudi Arabia yang mentarjih dari Abu ‘Amr ad-Dani (444 Hijriah) dan Abu Daud Sulaiman bin Najah (496 Hijriah)
Penamaan Madinah yakni untuk mengambil tayammum (mengambil berkah) dengan tempat turunnya Al-Quran dan tempat hijrah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Banyaknya penggunaan Mushaf Madinah, sebab pada Mushaf yang satu ini yang mendekati dengan rasm utsmani. Apa itu rasm utsmani?
Rasm utsmani adalah jenis tulisan Al-Quran yang secara khusus diatur oleh khalifah Utsman bin Affan berdasarkan pelafalan qira’ah Al-Quran yang berbeda. Terbentuknya rasm utsmani dilatar belakangi oleh perbedaan bacaan Al-Quran antara penduduk Syam, Irak, dan juga beberapa umat Islam di Madinah.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan ta’rif bi-hadal-Mushaf, rasm Mushaf Madina ditulis berdasarkan periwayatan ulama-ulama rasm yang bersumber Mushaf-mushaf hasil distribusi Khalifah Utsman ke Basrah, Kufah, Syam, Makkah, Madinah, dan Mushaf pribadi khalifah. Dengan kata lain, Mushaf Madinah bersumber pada 6 kopian Mashahif Utsmaniyah.

Perbedaan Mushaf Madinah dengan Mushaf Standar Indonesia

Saat umat Muslim di Indonesia disodorkan dengan Mushaf Madinah akan merasa kebingungan. Karena di dalamnya terdapat perbedaan dalam tanda baca dan penulisan. Padahal keduanya sama-sama menggunakan penulisan khat rasm Utsmani.
Mushaf yang beredar di Indonesia yang dikeluarkan pihak Kemenag RI memang memiliki beberapa perbedaan penulisan di dalamnya. Hal ini bukan tanpa alasan. Perbedaan ini berfungsi sebagai cara untuk memudahkan umat Muslim di Indonesia dalam membaca Al-Quran.
ADVERTISEMENT
Adapun perbedaan tanda baca Mushaf Madinah dengan Mushaf standar Indonesia yang dilansir dari laman resmi lajnah.kemenag.go.id.
Mengenal Mushaf Madinah dan Perbedaannya dengan Mushaf Standar Indonesia (67600)
zoom-in-whitePerbesar
Perbedaan Mushaf Madinah dengan Mushaf standar Indonesia. Foto: lajnah.kemenag.go.id
1. Penulisan lafaz Allah memiliki perbedaan dalam harakatnya. Pada Mushaf Madinah tidak memiliki tanda panjang. Sedangkan pada Mushaf Standar Indonesia sudah diberi tanda panjang sebagai bentuk mad. Waluapun dalam Mushaf Madinah tidak dituliskan tanda bacanya, namun cara membacanya tetaplah panjang.
2. Mushaf Standar Indonesia mengguanak tanda tasydid untuk setiap bacaan idgham bi ghunnah yang totalnya ada 4, yaitu ya, wawu, nun, dan mim. Sedangkan dalam Mushaf Madinah hanya terdiri dari huruf mim dan nun.
3. Tanda nun ikhfa dalam Mushaf standar Indonesia di beri tanda sukun, sedangkan dalam Mushaf Madinah tidak diberi tanda apapun.
ADVERTISEMENT
4. Huruf mad tabi’i alif, wawu, dan ya dalam Mushaf standar Indonesia diberi tanda sukun. Sementara pada Mushaf Madinah tidak diberi tanda sama sekali.
5 dan 6 merupakan tanda untuk ha’ dhamir atau mad shilah. Pada Mushaf Standar Indonesia menggunakan dhammah terbalik atau alif kecil. Sementara di Mushaf Madinah menggunakan harakat dhammah dan kasrah dengan tambahan wawu kecil dan ya’ kecil.
7 dan 8 merupakan tanda baca iqlab. Pada Mushaf standar Indonesia memberikan mim berdiri ditambahi sukun. Sementara pada Mushaf Madinah akan memberikan mim berdiri dan tidak memberikan tanda bacaa nun.
9, 10, 11 merupakan tanda baca gharaib. Bacaan gharib yang dimaksud adalah imalah, isymam, dan tashil. Pada Mushaf standar Indonesia akan diberikan tanda berupa tulisan bahasa Arab di bawahnya. Di sisi lain, Mushaf Madinah akan memberikan tanda seperti wajik pada imamah (di bawah) dan isymam (di atas). Sedangkan untuk tashil diberi tanda dhommah.
ADVERTISEMENT
Nah, sekarang sudah mentetahui apa itu Mushaf Madinah dan perbedaannya dengan Mushaf standar Indonesia bukan? Semoga informasi di atas bermanfaat. (MZM)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020