Mengenal Paragraf Deskripsi Lengkap dengan Ciri-Ciri dan Jenisnya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Paragraf Deskripsi adalah materi Bahasa Indonesia untuk siswa kelas 10. Selain belajar memahami dan mengenal karateristiknya, siswa juga akan menyusun paragraf deskripsi berdasarkan tema tertentu.
Kata deskripsi berasal dari kata Latin discribere, yang berarti menulis tentang, atau membeberkan suatu hal. Kata deskripsi dapat diterjemahkan menjadi pemerian, yang berasal dari kata peri-memerikan yang berarti "melukiskan suatu hal".
Paragraf Deskripsi adalah Paragraf tentang Suatu Objek
Deskripsi merupakan sebuah bentuk tulisan sebagai usaha penulis untuk memberikan perincian-perincian dari objek yang sedang dibicarakan.
Diambil dari buku Pengembangan Keterampilan Menulis Paragraf, Munirah (2015:127), paragraf deskripsi adalah bentuk tulisan yang memberikan kesan atau impresi kepada pembaca mengenai objek, gagasan, tempat, peristiwa, dan semacamnya yang ingin disampaikan penulis.
Paragraf ini akan melukiskan atau memberikan sesuatu berdasarkan pengalaman semua panca indera dengan kata-kata secara jelas dan terperinci.
Ciri-Ciri Paragraf Deskripsi
Paragraf deskripsi memiliki karakteristik khusus yang membedakan dengan jenis paragraf lainnya. Ciri-ciri paragraf deskripsi antara lain.
Deskripsi berupaya memperlihatkan detail atau rincian tentang objek.
Deskripsi lebih bersifat memengaruhi emosi dan membentuk imajinasi pembaca.
Deskripsi umumnya menyangkut objek yang dapat ditangkap oleh panca indera, sehingga pada umumnya menceritakan tentang benda, alam, warna, dan manusia.
Deskripsi disampaikan dengan gaya memikat, dan pilihan kata yang menggugah.
Organisasi penyajiannya lebih umum menggunakan susunan ruang.
Jenis-Jenis Paragraf Deskripsi
Adapun jenis-jenis paragraf deskripsi berdasarkan sifat objeknya adalah sebagai berikut.
1. Deskripsi Imajinatif
Deskripsi imajinatif atau impresionis ialah deskripsi yang menggambarkan objek benda sesuai kesan atau imajinasi si penulis.
Contoh:
Tidak lama, dengan rasa penasaran, kucoba melirik orang-orang di sekelilingku. Di sebelah kiriku, seorang gadis berambut panjang menarik hatiku.
Sambil melirik, kuperhatikan dia. Rambutnya pirang, kulitnya kuning indah, matanya memandang sayu, ditambah dengan bibirnya yang tipis. Rasanya, aku mengenalnya. Tapi di mana?
2. Deskripsi Faktual
Deskripsi faktual atau ekspositoris ialah deskripsi yang menggambarkan objek berdasarkan urutan logika atau fakta-fakta yang dilihat.
Contoh:
Dalam waktu yang tidak lama, aku mencoba melirik orang-orang di sekelilingku. Di sebelah kiriku, seorang gadis cantik berambut panjang.
Sambil melirik, kuperhatikan dia. Gadis itu berambut pirang, berkulit kuning, dan berbibir tipis.
Baca juga: Paragraf Deskripsi: Pengertian, Ciri-ciri, dan Pola Pengembangannya
Tujuan dari paragraf deskripsi adalah untuk memberikan perincian atau detail tentang objek. Hal ini agar pembaca seakan-akan ikut melihat, mendengar, merasakan, atau mengalami apa yang dideskripsikan dalam tulisan. (DK)
