Mengenal Proses Aerasi pada Pembuatan Zat Warna Alam Indigo

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Zat pewarna adalah salah satu faktor penting yang digunakan dalam pembuatan pakaian, makanan, dan lainnya agar lebih menarik pembeli. Pewarna ini mulai terbuat dari bahan alami dan juga sintetis. Di artikel ini kita akan membahas mengenai zat warna alam indigo.
Dalam pembuatannya diperlukan beberapa tahap, salah satunya aerasi. Proses aerasi pada pembuatan zat warna alam indigo dilakukan setelah proses ekstraksi. Simak penjelasan lengkapnya di ulasan berikut ini.
Dikutip dari buku 100+ Tip Anti Gagal Bikin Roti, Cake, Pastry, & Kue Kering karya Sangkan Paran (2009: 51), Aerasi merupakan proses penambahan udara kedalam air melalui kontak dekat yang terjadi pada air dan udar. Adapun cara yang kerap digunakan disini adalah dengan penyemprotan air ke udara atau dengan memberikan gelembung halus.
Proses Aerasi juga dikatakan sebagai proses atau usaha dalam menambahkan konsentrasi oksigen yang terdapat dalam limbah cair, agar proses oksidasi biologi oleh mikroba berjalan sesuai rencana. Aerasi sendiri memerlukan alat yang disebut aerator.
Baca Juga: Contoh 5 Jenis Zat Aditif yang Biasa Ditambahkan pada Makanan
Proses Aerasi pada Pembuatan Zat Warna Alam Indigo
Pada dasarnya zat warna alam indigo ini digunakan untuk mewarnai semua serat tekstil yang berasal dari serat alam maupun semi sintetis. Dalam pembuatannya diperlukan beberapa tahap.
Langkah pertama dalam pembuatan zat warna alam indigo adalah dengan membuat pasta indigo yaitu melalui proses ekstraksi (proses pengambilan zat warna dari sumbernya. Contoh daun tom atau nila (indigofera tincoria L) arah warna biru.
Cara Membuat Pasta Indigo:
1 kg daun indigo segar (dengan rantingnya) direndam dalam 5 liter air, usahakan daun berada dibawah permukaan air
Setelah ± 10 jam, mulai terjadi proses fermentasi yang ditandai dengan adanya gelembung gas dan warna biru (larutan berwarna hijau).
Proses fermentasi selesai apabila gelembung gas tidak timbul lagi, dan air berwarna kuning kehijauan. Biasanya perlu waktu sekitar 24-48 jam.
Masukkan 20-30 gram bubuk kapur cair.
Rebus larutan selama ½ jam-1 jam.
Selama pengeburan, terjadi pembuihan hebat berwarna biru. Pegeburan dihentikan setelah tidak terjadi buih permanen dan berwarna biru pudar, yang merupakan indikasi bahwa indigo sudah mulai mengendap.
Diamkan cairan selama ± 24 jam (Proses Pengendapan).
Pisahkan air dari endapannya yang sudah berbentuk pasta (saring dengan kain halus).
Simpan pasta indigo pada tempat kering dan sejuk.
Usahakan jangan terpapar sinar matahari.
Pembuatan Zat Warna Indigo
Larutkan 1 kg pasta indigo dalam ± 10 liter air.
Saring dan buang residunya.
Tambahkan ½ kg gula jawa cair dan ½ gelas aqua/satu genggam tunjung dan dicairkan.
Tambahkan 1 liter air kapur baru.
Aduk secukupnya sampai tercampur semua.
Diamkan dan tutup selama ± 24 jam.
Lihat bila cairan berwarna kuning kehijauan, berarti ZWA tersebut siap untuk digunakan.
Kemudian untuk proses aerasi maka air rendaman atau cairan dari zat warna alami tersebut diaerasi menggunakan alat spray aerator. Pada saat proses aerasi ditambahi larutan kapur (CaO) dengan perbandingan 1 kilogram daun sebanyak 30 gram kapur. Pada proses ini air rendaman yang semula berwarna hijau akan berubah menjadi biru.
Demikianlah penjelasan mengenai proses aerasi pada pembuatan zat warna alami indigo. Diperlukan beberapa proses, sehingga mendapatkan hasil warna yang sesuai dengan apa diinginkan. Semoga bermanfaat ya! (Umi)
