Konten dari Pengguna

Mengenal Suku Bali Aga, Masyarakat Pertama yang Mendiami Pulau Dewata

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

  Ilustrasi Suku Bali Aga. Sumber: Unsplash/Harry Kessell
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Suku Bali Aga. Sumber: Unsplash/Harry Kessell

Dalam sejarah masyarakat di Pulau Bali dikelompokkan dalam tiga gelombang berdasarkan kedatangannya. Dari ketiga gelombang tersebut, dua gelombang pertama dikenal dengan suku Bali Aga, yang sering disebut dengan Wong Bali Mula.

Salah satu ciri yang menonjol dalam suku Bali Aga terdapat pada pola kehidupannya. Pola kehidupan yang sangat nyata pada suku Bali Aga, menampakkan corak komunal yaitu suatu ciri yang menekankan bentuk kehidupan dalam situasi kebersamaan.

Mengenal Suku Bali Aga

Ilustrasi Suku Bali Aga. Sumber: Unsplash/Guillaume Marques

Berikut merupakan uraian tentang suku Bali Aga, yang merupakan masyarakat pertama yang mendiami Pulau Dewata.

Suku Bali Aga umumnya tinggal di kawasan pegunungan yang berada di pedalaman dan tidak terjamah dengan teknologi. Dalam kehidupannya, suku Bali Aga terbiasa dengan peraturan adat istiadat yang begitu ketat.

Berdasarkan buku Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia Menghadapi Industri 5.0, Guntur Eka Saputra, dkk, (2020:104), suku Bali Aga disebut dengan suku bali asli, yang kehidupan sehari-harinya masih mengikuti pada adat istiadat peninggalan leluhurnya.

Mata pencaharian dari suku Bali Aga adalah petani, pengrajin (ukiran dan anyaman bambu) dan penenun kain. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, suku Bali Aga melakukan sistem barter dengan cara pergi ke pasar terdekat.

Berdasarkan buku Suku bangsa Dunia dan Kenudayaannya, Pram, (2013:64), suku Bali Agar disebut dengan suku Bali Mula yang merupakan orang-orang Bali yang paling awal mendiami Pulau Bali.

Terdapat tiga desa pusat yang ditinggali oleh suku Bali Aga, yaitu Desa Trunyan, Desa Tenganan, dan Desa Penglipuran. Suku Bali Aga menggunakan bahasa Bali dalam kesehariannya.

Bahasa Bali ini memiliki tingkatan penggunaannya, misalnya ada yang disebut Bali Alus, Bali Madya, dan Bali Kasar. Bahasa Bali Alus dipergunakan untuk bertutur formal, misalnya dalam pertemuan desa adat.

Sementara itu, bahasa Bali Madya dipergunakan di tingkat masyarakat menengah, misalnya majikan dengan bawahannya. Adapun bahasa Bali Kasar dituturkan oleh orang kelas rendah, misalnya kaum sudra.

Baca juga: Bahasa Bali Alus beserta Contoh Kosakata dan Kalimatnya

Demikianlah uraian tentang suku Bali Aga. Dengan begitu, dapat menambah wawasan pembaca tentang salah satu suku yang mendiami Pulau Dewata. (Adm)