Mengenal Wawancara Terstruktur dan Tidak Terstruktur serta Perbedaannya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Wawancara merupakan salah satu metode yang dapat dilakukan dalam penelitian. Wawancara rupanya terdiri dari beberapa jenis, di antaranya adalah wawancara terstruktur dan wawancara tidak terstruktur. Untuk mengetahui apa perbedaannya, mari kita simak ulasannya dalam artikel berikut.
Baca juga: Manfaat Hasil Wawancara untuk Membuat Laporan
Perbedaan Wawancara Terstruktur dan Tidak Terstruktur
Dalam melakukan penelitian, wawancara menjadi salah satu metode yang digunakan untuk mendapatkan data pendukung dan informasi yang dibutuhkan. Pembahasan lengkap mengenai pengertian wawancara dipaparkan dalam buku Evaluasi Pembelajaran yang disusun oleh Sebastianus Widanarto Prijowuntato (2020:69).
Dikutip dari buku tersebut bahwa definisi wawancara adalah suatu cara pengumpulan informasi yang dilakukan melalui tanya jawab antara pengumpul informasi dengan responden.
Wawancara rupanya terbagi menjadi beberapa jenis. Jenis-jenis wawancara disebutkan dalam buku Metodologi Penelitian Kualitatif yang disusun oleh Muhammad Rizal Pahleviannur, Anita De Grave, Dani Nur Saputra (2022: 125).
Tertulis dalam buku tersebut bahwa terdapat beberapa macam wawancara, yaitu wawancara terstruktur, semi terstruktur, dan tidak terstruktur. Masing-masing jenis wawancara tersebut tentu memiliki perbedaan. Berikut ini penjelasan masing-masing jenis wawancara:
Wawancara Terstruktur: digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan didapat. Dalam melakukan wawancara, peneliti perlu menyiapkan instrumen berupa pertanyaan tertulis yang alternatif, alat bantu seperti tape recorder, dan lainnya.
Wawancara semi terstruktur: dilakukan untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana pihak yang diajak wawancara diminta untuk berpendapat, dan ide-idenya. Wawancara ini dilakukan relatif lebih bebas dibanding wawancara terstruktur.
Wawancara tidak terstruktur: wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk mengumpulkan data dari informan. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis permasalahan yang akan ditanyakan pada informan. Wawancara ini digunakan dalam penelitian pendahuluan atau untuk penelitian yang lebih mendalam tentang subyek yang diteliti.
Berdasarkan penjelasan tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa perbedaan antara wawancara terstruktur dan tidak terstruktur adalah sistematika wawancaranya.
Dalam wawancara terstruktur, pertanyaan yang akan diberikan bagi narasumber telah direncanakan sebelumnya. Sedangkan pada wawancara tak terstruktur pertanyaan yang akan diberikan bagi narasumber belum disusun secara detail.
Pembahasan mengenai perbedaan wawancara terstruktur dan tidak terstruktur dapat Anda ketahui untuk membantu Anda dalam memilih jenis wawancara yang dapat dilakukan untuk penelitian Anda. Semoga bermanfaat. (DAP)
