Mengetahui Antonim Ortodoks dan Arti Katanya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kata ortodoks cukup sering dijumpai, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. Namun ternyata belum banyak yang mengetahui antonim ortodoks.
Mempelajari kata berantonim mendatangkan banyak manfaat bagi siswa. Selain dapat menambah keterampilan dalam berbahasa Indonesia, antonim akan mencegah pengulangan kata pada kalimat.
Antonim Ortodoks dan Arti Katanya
Antonim adalah suatu kata yang artinya berlawanan satu sama lain. Oleh sebab itu, untuk dapat mengetahui antonim ortodoks, sebaiknya dipahami dahulu arti katanya.
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), makna kata ortodoks adalah sebagai berikut:
Berpegang teguh pada peraturan dan ajaran resmi, misalnya dalam agama.
Kolot.
Berpandangan kuno.
Berdasarkan arti katanya, maka antonim ortodoks antara lain:
Heterodoksi (ajaran yang lain).
Heresi (ajaran yang menyimpang).
Baru.
Modern.
Canggih.
Jenis-jenis Antonim
Antonim atau disebut juga lawan kata, dapat dibedakan berdasarkan jenisnya. Berdasarkan buku Panduan Resmi Tes BUMN CAT/PBT yang disusun oleh Raditya Panji Umbara (2018:23), berikut adalah jenis-jenis antonim dan contohnya.
1. Antonim Mutlak
Antonim mutlak, yaitu antonim yang mengemukakan pertentangan makna kata-kata secara mutlak.
Contoh: antonim kata gerak adalah diam. Sesuatu yang bergerak tentu tidak dalam posisi diam begitu pula sebaliknya. Kedua proses ini mutlak tidak bisa terjadi secara bersamaan, tetapi bergantian.
2. Antonim Kutub
Antonim kutub, yaitu antonim yang mengemukakan pertentangan makna kata-kata tidak secara mutlak, tetapi secara gradasi. Artinya, terdapat tingkat-tingkat makna pada kata-kata yang bertentangan tersebut.
Contohnya, antonim kata kaya dan kata miskin. Orang yang tidak kaya belum tentu merasa miskin dan orang yang tidak miskin belum tentu merasa kaya.
3. Antonim Hubungan
Antonim hubungan, yaitu antonim yang mengemukakan makna kata-kata yang bersifat saling melengkapi atau bersifat relasional. Artinya, kehadiran kata yang satu karena ada kata lain yang menjadi oposisinya.
Misalnya, kata menjual berantonim dengan kata membeli. Kata menjual dan membeli meskipun maknanya berlawanan, tetapi proses kejadiannya berlaku serempak.
4. Antonim Hierarkial
Antonim hierarkial, yaitu antonim yang mengemukakan makna kata-kata berupa deret jenjang atau tingkatan. Umumnya adalah kata-kata berupa nama satuan hitungan, nama jenjang kepangkatan, dan penanggalan.
Sebagai contoh, kata meter berantonim hierarkial dengan kata kilometer, karena berada dalam deretan nama satuan yang menyatakan ukuran panjang.
Baca juga: Pengertian dan Antonim Kebijakan.
Demikian antonim ortodoks dan arti katanya yang menarik untuk dipelajari. Mengenal kata berantonim sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam penulisan maupun percakapan langsung.(DK)
