Mengetahui Asal Usul Kutu Busuk di Dalam Rumah

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kutu busuk termasuk jenis serangga yang bersifat ektoparasit pada manusia. Kutu busuk berasal dari mana? Simak asal usul kutu busuk di dalam rumah melalui tulisan berikut ini.
Ektoparasit berkaitan dengan hubungan parasitisme pada mahluk hidup, yaitu organisme yang hidupnya bergantung pada organisme lain. Pengertian ektoparasit dijelaskan dalam buku Ektoparasit: Pengenalan, Identifikasi, dan Pengendaliannya yang disusun oleh Upik Kesumawati Hadi, Susi Soviana (2018:1).
Diambil dari buku tersebut, ektoparasit adalah parasit yang ada di bagian luar atau pada permukaan tubuh inangnya. Ektoparasit yang tinggal di bagian permukaan kulit dan diantara rambut dapat menimbulkan iritasi, gatal, radang, dan reaksi alergi. Serangga ektoparasit yang banyak dijumpai di Indonesia adalah nyamuk, lalat, kecoa, tungau, kutu, dan kutu busuk.
Baca juga: Pengertian dan Contoh Simbiosis Parasitisme Makhluk Hidup.
Kutu Busuk yang Menimbulkan Rasa Gatal Berasal Dari Mana?
Kutu busuk (Cimex hemipterus) disebut juga kepinding atau tinggi dalam bahasa Jawa. Kutu busuk merupakan ordo Hemiptera yang tergolong dalam famili Cimicidae. Kutu busuk memiliki tubuh berbentuk oval, gepeng dorsoventral, berukutan 4-6 mm, dan berwarna cokelat kekuningan atau cokelat gelap.
Karena bentuk tubuhnya yang gepeng, kutu busuk mampu merayap dan menyusup ke dalam celah yang sempit. Kutu busuk sangat terkenal di Indonesia, dan orang akan mengenali dari baunya yang khas ketika dipencet.
Kutu busuk sering bersembunyi di celah-celah kursi kayu, rotan, rumah, restoran, gedung bioskop, kasur losmen, bahkan celah-celah kandang yang terbuat dari kayu atau bambu.
Penyebaran kutu busuk dari satu tempat ke tempat lainnya umumnya terjadi karena adanya interaksi dengan sesama manusia. Bisa melalui baju, tas, yang digunakan, atau peralatan kandang yang mengandung kutu busuk. Penyebaran yang meluas dari satu rumah ke rumah lainnya berkaitan dengan mobilitas orang dan sanitasi lingkungan yang buruk.
Kutu busuk sangat rentan terhadap kelembaban yang tinggi dan suhu di atas 44°-45°C. Oleh karena itu, banyak orang memberantas kutu busuk ini dengan menyiram air panas di tempat persembunyiannya, atau menjemur perabotan rumah yang terinfeksi kutu busuk di bawah terik matahari.
Kerugian yang nyata akibat infeksi kutu busuk adalah gangguan kulit seperti iritasi dan bentol-bentol. Tusukan bagian mulut kutu busuk dapat menyakitkan dan menimbulkan rasa gatal yang cukup mengganggu.(DK)
