Menilik Cara Pembagian Kerja di Kalangan Manusia Purba pada Masa Food Gathering

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pembagian kerja di kalangan manusia purba pada masa food gathering/berburu dan meramu didasarkan pada jenis kelamin. Laki-laki memiliki tugas untuk mengumpulkan makanan dengan cara berburu.
Perempuan memiliki tugas untuk mengumpulkan makanan dengan cara mengambil tumbuh-tumbuhan. Jadi, baik itu laki-laki maupun perempuan, keduanya sama-sama memiliki tugas mengumpulkan makanan, tetapi berbeda cara.
Food Gathering, Masa Sebelum Manusia Bercocok Tanam
Manusia purba pada masa food gathering belum memiliki inovasi untuk memperoleh makanan dengan cara bercocok tanam atau beternak. Kondisi tersebut sebenarnya sudah jelas dengan adanya istilah “food gathering”, yakni pengumpulan makanan.
Pada masa food gathering, manusia purba memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara mengumpulkan makanan dari alam. Kala itu, manusia mengandalkan kegiatan berburu dan pengumpulan bahan makanan dari tumbuhan sekitar.
Walaupun proses memenuhi kebutuhan hidupnya masih sederhana, manusia purba telah mengenal cara pembagian kerja. Salah satu tujuan dari pembagian kerja itu adalah untuk memperoleh bahan makanan dengan waktu yang efektif.
Pembagian Kerja di Kalangan Manusia Purba pada Masa Food Gathering
Pembagian kerja di kalangan manusia purba pada masa food gathering/berburu dan meramu didasarkan pada jenis kelamin. Pernyataan tersebut mengandung makna bahwa ada perbedaan kerja antara laki-laki dengan perempuan.
Dikutip dari buku IPS 1A SMP/MTs Kelas VII, Kurnia (2007: 28), tugas perempuan adalah mengumpulkan bahan makanan yang didapat dari alam sekitar. Contoh bahan makanan itu adalah ubi, keladi, daun-daunan, dan buah-buahan.
Berbeda dengan perempuan, laki-laki di masa food gathering memiliki tugas mengumpulkan makanan dengan cara berburu Beberapa contoh perburuan itu adalah kerbau liar, rusa, badak, banteng, ikan, serta kerang.
Ketika melakukan tugasnya, manusia purba pada masa itu memiliki alat masing-masing. Dikutip dari buku Eksplor Museum Mpu Tantular, Dewi, dkk. (2021: 15), berikut adalah alat-alat manusia purba pada masa food gathering.
Kapak perimbas, yakni alat yang memiliki kegunaan untuk menguliti binatang hasil berburu, merimbas kayu, serta memecah tulang.
Alat serpih, yakni alat yang memiliki kegunaan untuk menusuk dan menjadi pisau.
Kapak genggam awal, yakni alat yang memiliki kegunaan untuk menggali ubi dan memotong binatang hasil berburu.
Baca juga: Masa Bercocok Tanam pada Zaman Manusia Purba
Berdasarkan penjelasan tentang pembagian kerja di kalangan manusia purba pada masa food gathering/berburu dan meramu didasarkan pada jenis kelamin, dapat dipahami bahwa sudah sejak lama manusia mengenal konsep pembagian kerja. (AA)
