Menilik Macam-Macam Sarana Persembahyangan dalam Agama Hindu

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap agama umumnya mempunyai cara dan sarana persembahyangan masing-masing, termasuk agama Hindu. Persembahyangan dalam agama Hindu memiliki tiga cara serta tiga sarana.
Sarana melakukan persembahyangan pada agama Hindu sendiri adalah bunga, dupa, dan air. Setiap sarana tersebut mempunyai fungsi serta makna masing-masing yang tidak boleh terlewatkan dalam kegiatan sembahyang.
Persembahyangan dalam Agama Hindu
Hindu sebagai agama mempunyai ajaran dan tata cara kehidupan yang perlu ditaati oleh setiap pengikutnya. Salah satu contoh adalah setiap pemeluk agama Hindu perlu mengetahui cara persembahyangan.
Cara penyembahan atau persembahyangan dalam agama Hindu ada tiga. Dikutip dari buku Panduan Memilih Agama, Rahman (2005: 45), berikut adalah tiga cara sembahyang yang diamalkan oleh penganutnya.
1. Cara Pertama
Cara pertama adalah sembahyang di rumah. Sembahyang tersebut biasanya dilaksanakan oleh golongan Brahmin dan Khsatriya yang mempunyai Tuhan yang dipanggil Bhagvan di rumah masing-masing.
2. Cara Kedua
Cara kedua adalah sembahyang di kuil. Penganut agama Hindu mengunjungi kuil guna melaksanakan upacara sembahyang secara formal. Pujaris (ketua Brahmin) biasanya memimpin upacara tersebut dengan melakukan pergerakan badan tertentu seolah sedang menari mengikuti rentak.
3. Cara Ketiga
Cara ketiga adalah melaksanakan sembahyang beramai-ramai. Pada cara tersebut, segolongan penganut Hindu yang dipimpin oleh Brahmin bergerak dari sebuah rumah ke sebuah rumah sambil membaca mantra yang ditetapkan.
Sarana Persembahyangan Agama Hindu
Selain memiliki tiga macam cara persembahyangan, agama Hindu juga mempunyai tiga macam sarana persembahyangan. Sarana persembahyangan pada agama Hindu meliputi bunga, dupa, dan air. Berikut penjelasan ringkasnya tentang tiga sarana tersebut.
1. Bunga
Bunga merupakan sarana umum dalam persembahyangan agama Hindu. Dikutip dari buku Ensiklopedi Upakara Edisi Lengkap, Jati dan Ni Komang (2021: 68), bunga memiliki arti sebagai lambang persembahyangan yang tulus, ikhlas, dan suci.
Selain itu, bunga juga melambangkan sifat maha cinta kasih dari Tuhan Yang Maha Esa. Mengutip dari buku yang sama, Jati dan Ni Komang (2021: 68), bunga juga merupakan lambang-lambang dari keagamaan.
2. Dupa
Dupa secara bahasa memiliki arti sebagai luban yang jika dibakar asapnya memiliki aroma harum. Setiap aroma tersebut mempunyai makna yang berbeda, contohnya menyan untuk memuja Dewa Siwa, Cendana untuk Parama Siwa, dan sebagainya.
Selain aromanya, api juga memiliki makna tersendiri. Api merupakan saksi upacara dalam kehidupan. Pada persembahyangan, dupa merupakan saksi kemudian asapnya merupakan simbol gerakan rohani ke angkasa sebagai stana para Dewa.
3. Air
Sarana ketiga adalah air. Air yang digunakan dalam persembahyangan ada dua macam, yaitu air untuk membersihkan fisik serta air suci. Air suci berguna untuk membersihkan diri dari cemaran pikiran sabda, bayu, serta idep.
Baca juga: Makna Pemacekan Agung dalam Kebudayaan Hindu Bali
Demikian menjadi jelas bahwa ada tiga cara sarana persembahyangan dalam agama Hindu. Guna memperoleh pemahaman yang lebih spesifik, setiap pemeluk agama Hindu dapat belajar lebih lanjut dengan pemuka agama terpercaya. (AA)
