Menilik Sejarah Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap tanggal 1 Maret masyarakat Indonesia memperingati peristiwa Serangan Umum. Peristiwa ini diperingati sebagai perjuangan pasukan RI dalam merebut kembali Yogyakarta (Ibu kota Republik Indonesia) yang dikuasai oleh Belanda sejak agresi militer kedua.
Serangan Umum menjadi salah satu peristiwa pertempuran antara pasukan Sekutu dan Belanda melawan rakyat Indonesia. Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai peristiwa bersejarah Serangan Umum untuk mengingat kembali perjuangan para pahlawan.
Baca juga: Makna Serangan Umum 1 Maret 1949 untuk Yogyakarta
Penjelasan Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949
Beberapa waktu sebelum serangan umum dilancarkan, Letkol Soeharto sebagai komandan Brigade 10 melakukan komunikasi dan koordinasi dengan penggagasnya, yaitu Sri Sultan Hamengkubuwono IX (Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta). Adapun koordinasi tersebut dilakukan untuk merebut kembali Yogyakarta sebagai ibu kota RI.
Dikutip dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial 3 untuk SMP/MTs Kelas IX yang ditulis oleh Ratna Sukmayani, dkk (2008: 50), penyusunan strategi serangan umum 1 Maret 1949 dilakukan secara matang.
Adapun beberapa kesatuan diperintahkan untuk menyusup ke dalam kota Yogyakarta, di antaranya adalah kesatuan khusus di bawah pimpinan Kapten Widodo. Beliau bertugas untuk memutuskan hubungan antara pos-pos penjagaan Belanda di dalam kota, antara lain dengan memasang ranjau darat.
Untuk mempermudah koordinasi penyerangan, wilayah dibagi menjadi 5 sektor, yaitu:
Sektor barat, dipimpin oleh Letkol Ventje Sumual
Sektor selatan, dipimpin oleh Mayor Sarjono
Sektor utara, dipimpin oleh Mayor Kusno
Sektor kota, dipimpin oleh Letnan Amir Murtono dan Letnan Marsudi
Sektor barat, dipimpin oleh Letkol Soeharto (sampai perbatasan Malioboro)
Hal yang menjadi patokan sebagai mulainya serangan adalah bunyi sirine pukul 06.00 pagi yang biasa dibunyikan di kota Yogyakarta pada saat itu. Pasukan Belanda tidak menduga akan ada serangan tersebut dan berhasil memukul mundur semua posisi Belanda.
Serangan umum 1 Maret mempunyai arti penting, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Demikian penjelasan singkat sejarah peristiwa Serangan Umum yang diperingati setiap tanggal 1 Maret di Indonesia. Semoga informasi di atas dapat menambah wawasan kamu! (CHL)
