Konten Media Partner

Makna Serangan Umum 1 Maret 1949 untuk Yogyakarta

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta. Foto: Birgita/Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta. Foto: Birgita/Tugu Jogja

Tanggal 1 Maret 1949 menjadi peristiwa yang bersejarah bagi Yogyakarta khususnya Indonesia. Peristiwa yang dikenal sebagai Serangan Umum 1 Maret adalah sebuah respons TNI dalam agresi militer Belanda ke-II yang hendak menduduki Ibu Kota Yogyakarta kala itu.

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X dalam sambutannya yang diwakili oleh Kepala Biro Bina Pemberdayaan Masyarakat, Sukamto mengatakan bahwa makna peristiwa itu begitu dekat dengan masyarakat Indonesia terutama Yogyakarta. Sekaligus peristiwa itu membuka mata dunia bagaimana eksistensi Indonesia masih ada.

"Peristiwa Serangan Umum 1 Maret memiliki makna penting bagi penegakan dan pengakuan kedaulatan negara. Peristiwa ini membuka mata dunia internasional bahwa negara Indonesia masih ada dan mampu," katanya pada Selasa (1/3/2022) di Benteng Vredeburg.

Tak hanya sebagai pengakuan kedaulatan saja. Peristiwa itu juga menjadi salah satu rangkaian dari sejarah bangsa yang tak boleh dilupakan. Sama pentingnya dengan peristiwa sejarah lainnya.

Meski kini Indonesia tak lagi memerangi penjajah dengan senjata masih ada banyak hal dan ancaman negara yang masih ada. Separatisme dari dalam dan dari luar menurutnya menjadi masalah yang patut segera diselesaikan. Selain itu upaya penggantian ideologi bangsa dengan ideologi lain juga menjadi hal yang harus diperangi.

"Tantangan tersebut harus kita hadapi," katanya.

Karenanya, peristiwa ini diharapkan dapat memupuk persatuan bangsa dan tentu saja terus meliterasikan sejarah bagi generasi selanjutanya.

"Semoga peringatan ini dapat semakin memupuk semangat persatuan dan kesatuan kita semua juga mengajarkan generasi muda untuk tidak melupakan sejarah," pungkasnya.