Nama Kitab Suci Agama Buddha dan Penjelasannya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap agama memiliki kitab suci masing-masing, begitu pula dengan agama Buddha. Tahukah kamu apa itu kitab suci agama Buddha?
Untuk mengetahui nama kitab suci agama Buddha dan bagian-bagiannya, simak penjelasannya berikut ini.
Kitab Suci Agama Buddha
Kitab suci agama Buddha yang paling tua ditulis dalam bahasa Pâli dan Sansekerta bernama Tripitaka, yang terdiri dari 3 pitaka atau keranjang. Mengutip buku Buddhism in a Nutshell oleh Narada Thera (2017:4), kitab Tripitaka terbagi atas 3 kelompok besar, yakni:
Vinaya Pitaka
Vinaya Pitaka memuat segala hal terkait peraturan para bhikkhu dan bhikkhuni, yang terdiri dari 2 bagian, yakni:
Kitab Sutta Vibhanga
Kitab Sutta Vibhanga yang berisi 227 peraturan bagi para bhikkhu dan bhikkhuni, yang mencakup 8 jenis pelanggaran. Di antaranya ada 4 pelanggaran yang menyebabkan dikeluarkannya seorang bhikkhu dari Sangha dan tidak pernah bisa menjadi bhikkhu lagi.
Kitab Khandhaka
Kitab Khandhaka yang terbagi atas Mahâvagga dan Cullavagga. Kitab Mahâvagga memuat deretan peraturan dan uraian tentang upacara penahbisan bhikkhu, upacara uposatha saat bulan purnama dan bulan baru di mana dibacakan Pâtimokkha (peraturan disiplin bagi para bhikkhu).
Selain itu, kitab ini juga memuat peraturan tentang tempat tinggal selama musim hujan, upacara akhir musim hujan, deretan peraturan tentang jubah Kathina setiap tahun, deretan peraturan bagi bhikkhu yang sakit, tentang tidur, bahan jubah, pelaksanaan sanghakamma, dan cara jika terjadi perpecahan.
Sementara itu, kitab Cullavagga memuat setiap peraturan untuk menangani pelanggaran dan tata cara penerimaan kembali seorang bhikkhu ke dalam Sangha usai membersihkan pelanggarannya.
Kitab ini juga memuat tata cara untuk menangani berbagai masalah, cara mandi, mengenakan jubah, menggunakan tempat tinggal, peralatan, tempat bermalam dan lain sebagainya.
Sutta Pitaka
Sutta Pitaka terdiri dari 5 kumpulan (nikâya) atau buku, yakni:
Dîgha Nikâya: terdiri dari 34 Sutta panjang, dan terbagi menjadi 3 vagga, yakni: Sîlakkhandhavagga, Mahâvagga dan Pâtikavagga.
Majjhima Nikâya: memuat berbagai khotbah menengah. Terdiri atas 3 bagian (pannâsa), 2 pannâsa pertama terdiri atas 50 sutta dan pannâsa terakhir terdiri atas 52 sutta. Jadi, semuanya berjumlah 152 sutta.
Anguttara Nikâya: terbagi atas 11 nipâta (bagian) dan meliputi 9.557 sutta.
Samyutta Nikâya: terdiri atas 7.762 sutta. Bagian ini dibagi lagi menjadi 5 vagga utama dan 56 bagian yang disebut Samyutta.
Khuddaka Nikâya: terdiri atas kumpulan 15 kitab, yakni: Khuddakapâtha, Dhammapada, Udâna, Itivuttaka, Sutta Nipâta, Vimânavatthu, Petavatthu, Theragâthâ, Therigâthâ, Jâtaka, Niddesa, Patisambhidâmagga, Apadâna, Buddhavamsa, dan Cariyâpitaka.
Abhidhamma Pitaka
Abhidhamma Pitaka memuat uraian filsafat Buddha Dhamma yang disusun secara analitis dan mencakup berbagai bidang, sehingga terdiri dari 7 pakarana, yakni: Dhammasangani, Vibhanga, Dhâtukatha, Puggalapaññatti, Kathâvatthu, Yamaka, dan Patthana.
Maka dari itu, kitab suci agama Buddha disebut sebagai Tipitaka di dalam bahasa Pâli atau Tripitaka di dalam bahasa Sansekerta.
Baca Juga: Nama Kitab Suci Setiap Agama di Indonesia beserta Hari Rayanya
(BRP)
Frequently Asked Question Section
Berapa jumlah kitab suci agama Buddha?

Berapa jumlah kitab suci agama Buddha?
Kitab Tripitaka terbagi atas 3 kelompok besar, yakni Vinaya Pitaka, Sutta Pitaka, dan Abhidhamma Pitaka.
Kitab Buddha bahasa apa?

Kitab Buddha bahasa apa?
Kitab suci agama Buddha yang paling tua ditulis dalam bahasa Pâli dan Sansekerta bernama Tripitaka.
Apakah isi dari Vinata Pitaka?

Apakah isi dari Vinata Pitaka?
Vinaya Pitaka memuat segala hal terkait peraturan para bhikkhu dan bhikkhuni, yang terdiri dari 2 bagian, yakni Kitab Sutta Vibhanga dan Kitab Khandhaka.
