Nama Penulis Kitab Gatotkacasraya dan Isi Karangannya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada masa Kerajaan Hindu-Buddha, terdapat sejumlah benda yang ditinggalkan oleh kerajaan-kerajaan terdahulu. Sebagian besar di antara benda tersebut bahkan masih ada sampai sekarang, seperti Kitab Gatotkacasraya. Adapun Kitab Gatotkacasraya dikarang oleh Mpu Panuluh.
Mpu Panuluh memang dikenal sebagai seorang pengarang yang hebat. Bahkan ada beberapa kitab lainnya yang juga dikarang oleh beliau. Lantas, sebenarnya apa isi dari Kitab Gatotkacasraya ini?
Penulis Kitab Gatotkacasraya dan Isi Karangannya
Mengutip dari Buku Siswa Sejarah Indonesia SMA/MA Kelas 10, Windriati (2021:243), Kitab Gatotkacasraya dikarang oleh Mpu Panuluh. Selain itu, Kitab Hariwangsa juga ditulis oleh Mpu Panuluh.
Adapun Kitab Gatotkacasraya sendiri merupakan benda peninggalan Kerajaan Kediri pada masa Hindu-Buddha. Adapun Kerajaan Kediri merupakan kerajaan yang berdiri pada abad ke-11 dengan Sri Samarawijaya sebagai raja pertamanya.
Selama hampir dua abad berkuasa, kerajaan ini telah berhasil mencapai puncak keemasan pada masa pemerintahan Raja Jayabaya di tahun 1135-1159. Menariknya, di bawah kekuasaan Raja Jayabaya, bidang sastra berhasil mengalami perkembangan yang sangat pesat.
Mpu Panuluh sebagai penulis Kitab Gatotkacasraya merupakan seorang pujangga sastra pada masa pemerintahan Raja Jayabaya. Secara umum, kitab ini memuat tentang unsur javanisasi yang ditunjukkan melalui munculnya dewa asli Jawa, yakni Punakawan (Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong).
Sedangkan untuk isi dari kitab tersebut adalah perkawinan yang terjadi antara Abimanyu, putra Arjuna dengan Siti Sundhari atas bantuan Gatotkaca, putra Bima. Di dalamnya juga terdapat cerita saat Abimanyu sedang tinggal bersama ibunya di Dwarawati.
Abimanyu tumbuh menjadi seorang pemuda tampan yang kemudian jatuh cinta dengan Siti Sundhari, putra dari Krisna. Mengetahui kabar tersebut, Baladewa pun merasa marah karena sebenarnya Sundhari sudah dijodohkan dengan anak Duryodana.
Lantas, Abimanyu akhirnya kabur ke dalam hutan untuk menyelamatkan diri sekaligus meminta bantuan Gatotkaca untuk merebut Siti Sundhari dari tangan Baladewa. Akibat kejadian ini, akhirnya terjadi perang antara Abimanyu dengan Baladewa.
Kala itu, ayah Siti Sundhari, yakni Krisna, sedang melakukan pertapaan. Mendengar kabar tersebut, ia pun segera kembali ke rumah untuk menyelesaikannya. Hal inilah yang membuat cerita cinta Abimanyu dan Siti Sundhari tak lagi terhalang.
Baca Juga: Mengintip Isi Kitab Baratayuda yang Ditulis Mpu Sedah dan Mpu Panuluh
Itu dia ulasan tentang Kitab Gatotkacasraya dikarang oleh Mpu Panuluh dan isi ceritanya yang menarik untuk diketahui. (Anne)
