Konten dari Pengguna

Niat Puasa Senin Kamis, Ibadah Sekaligus Latihan Puasa untuk Anak

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Niat Puasa Senin Kamis dan Latihan untuk Anak, Foto: Dok. bp-guide.in
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Niat Puasa Senin Kamis dan Latihan untuk Anak, Foto: Dok. bp-guide.in

Sama seperti puasa di bulan Ramadhan, niat puasa senin kamis adalah hal yang harus diucapkan sebelum melaksanakan ibadah puasa. Meski puasa senin kamis hukumnya sunah, tetapi niat melakukan puasa senin kamis sendiri sudah bernilai ibadah. Sebelum melaksanakan puasa senin kamis, jangan lupa untuk membaca niat sebagai berikut:

Niat Puasa Hari Senin

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu Shouma Yaumal Itsnaini Sunnatal Lillaahi Ta'aalaa

Artinya: "Saya niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah ta’ala."

Niat Puasa Hari Kamis

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu Shouma Yaumal Khomiisi Sunnatal Lillaahi Ta'aalaa

Artinya: "Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah ta’ala."

Puasa Senin Kamis Sebagai Latihan Puasa Bagi Anak

Selain bernilai ibadah, nyatanya puasa senin kamis juga dapat menjadi latihan bagi anak untuk berpuasa, terutama ketika mulai sudah memasuki puasa Ramadhan nanti. Meski begitu, sebaiknya orang tua harus menyadari terlebih dahulu seberapa siap anaknya untuk dilatih berpuasa. Hal ini karena setiap anak mempunyai kemampuan jasmani dan rohani yang berbeda-beda.

Bisa jadi ada anak yang sudah kuat menahan lapar dan haus hingga maghrib, meski masih berusia balita. Tapi tidak menutup kemungkinan juga ada anak yang baru kuat berpuasa hingga adzan dzuhur.

Diriwayatkan dari hadits Bukhari dan Muslim, anak-anak sebaiknya sudah diajarkan berpuasa sejak dini, dan dihibur ketika sedang belajar puasa.

“Setelah adanya pengumuman itu, kami berpuasa dan mengajak anak-anak untuk melaksanakan puasa. Kami juga mengajak mereka ke masjid dan memberikan mereka mainan dari kulit (wol). Jika mereka menangis karena lapar, kami menyodorkan mainan sampai waktu berbuka puasa tiba” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari hadits di atas, dijelaskan bahwa sebagai orang tua, alangkah baiknya untuk tetap menghibur si buah hati ketika belajar puasa. Tentunya hal ini dilakukan untuk mengalihkan anak dari rasa lapar dan haus. Meski semuanya butuh proses, Inshaa Allah anak akan semakin senang dan terbiasa berpuasa.

(RYFA)