Konten dari Pengguna

Niat Sujud Syukur, Tata Cara, dan Hukumnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Niat Sujud Syukur dan Tata Cara Melakukannya. Sumber: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Niat Sujud Syukur dan Tata Cara Melakukannya. Sumber: Unsplash.com

Artikel ini akan membahas tentang niat, tata cara, hingga hukum dari melakukan sujud syukur. Sujud merupakan bentuk kepatuhan, kepasrahan, kehambaan seseorang kepada Tuhannya. Tidak ada dzat lain yang berhak diberikan sujud kecuali Allah SWT. Salah satu jenis sujud yang terdapat dalam ajaran Islam adalah sujud syukur, yakni sujud yang dilakukan ketika seseorang mendapatkan kenikmatan atau ketika dirinya terhindar dari marabahaya dan kesulitan.

Secara bahasa, sujud syukur mengacu pada kata berbahasa Arab syakara-yasykuru-syukron yang artinya berterimakasih. Sedangkan secara Istilah, sujud syukur dijelaskan Kementerian Agama dalam buku Fikih (2015: 5) sebagai bentuk perasaan terimakasih seorang muslim kepada Tuhannya karena telah mendapatkan nikmat yang besar. Sujud syukur dapat terjadi secara spontan atau disengaja.

Hukum Sujud Syukur

Hukum mengenai sujud syukur dijelaskan dalam, sebagai amalan sunah, mengacu pada hadis di bawah ini.

Dari Abi Bakrah RA, ia mengabarkan bahwa apabila Nabi SAW mendapatkan apa yang disenangi atau mendengar kabar gembira, segeralah dirinya tunduk dan bersujud sebagai tanda syukur kepada Allat SWT”. (HR. Abu Daud, Ibnu Majjah dan Tirmidzi)

Tata Cara dan Bacaan Niat Sujud Syukur

Sujud syukur dilakukan dengan sekali sujud dan boleh tanpa keadaan suci dari hadas (tanpa wudhu), karena hakikatnya ia bukan bagian dari shalat. Meski begitu, lebih baik jika dilakukan saat keadaan suci. Adapun penyebab seorang hamba melakukan sujud syukur adalah karena mendapatkan kenikmatan dari Allah SWT atau telah terhindar dari kesulitan.

Niat sujud syukur dapat dilafalkan atau dibaca dalam hati. Berikut adalah bacaan niat sujud syukur.

“Nawaitu sujudas syukri sunnatan lillahi ta’ala.”

Artinya: “Aku berniat sujud syukur, sunah karena Allah Ta’ala”.

Sementara doa ketika sujud syukur tidak terikat pada satu pilihan saja. Anda dapat membaca kalimat tasbih, tahmid, dan takbir. Sulaiman Rasjid dalam buku Fiqh Islam menjabarkan pilihan lain doa yang dapat dibaca, sebagai berikut:

Sajada wajhi lilladzii khalaqahu wa shawwarahu wa syaqqa sam’ahu wa basharahu tabaarakallahu ahsanul khaaliqiin.

Artinya:

“Aku sujud kepada Allah yang menjadikan diriku, Ia Tuhan yang membukakan pendengaran dan penglihatan dengan kekuasaan-Nya.” (HR. Tirmidzi).

Sudahkah Anda melakukan sujud syukur saat mendapatkan kabar yang membahagiakan? Semoga Allah membuat kita sebagai hamba-Nya yang pandai bersyukur, aamiin (AA)