Konten dari Pengguna

Ofidiofobia: Pengertian dan Penyebabnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ofidiofobia adalah - Sumber: pixabay.com/pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ofidiofobia adalah - Sumber: pixabay.com/pexels

Ofidiofobia adalah rasa takut yang berlebihan pada ular. Sebagian orang memang umumnya memiliki rasa takut pada ular. Namun, pada kasus ofidiofobia, rasa takut tersebut agak tidak normal dan dalam kadar yang lebih besar.

Fobia atau ketakutan ini dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang. Karena mereka cenderung menghindari situasi atau tempat yang berpotensi memiliki ular, bahkan jika sebenarnya ular tersebut tidak berbahaya.

Ofidiofobia adalah Rasa Takut yang Tidak Normal pada Ular

Ilustrasi ofidiofobia adalah - Sumber: pixabay.com/nardrey

Berdasarkan buku Merdeka Dari Fobia, Irham Jauhari, (2016), fobia adalah gangguan kecemasan. Gangguan ini ditandai dengan ketakutan yang berlebihan dan tidak rasional terhadap suatu objek, situasi, atau stimulus tertentu.

Sementara, pengertian ofidiofobia adalah ketakutan ekstrem atau fobia yang sangat kuat terhadap ular. Individu yang menderita ophidiophobia seringkali merasa ketakutan bukan hanya ketika berhadapan langsung dengan ular.

Tetapi juga saat hanya melihat gambar atau rekaman video ular. Termasuk saat mendengar pembicaraan tentang ular, bahkan hanya dengan merenungkan atau membayangkan hewan melata tersebut.

Beberapa gejala yang biasa dialami oleh penderita ophidiophobia adalah:

  1. Berkeringat

  2. Cemas

  3. Gemetar

  4. Panik

  5. Takut

  6. Mual

  7. Pusing

  8. Sesak napas

Faktor Penyebab Ofidiofobia

Ilustrasi ofidiofobia adalah - Sumber: pixabay.com/denisdoukhan

Ada banyak faktor yang bisa menjadi pemicu ofidiofobia pada seseorang. Beberapa di antaranya yang umum ditemui adalah:

1. Pengalaman Traumatis

Faktor utama penyebab ofidiofobia adalah trauma. Pernah mengalami pengalaman traumatis yang terkait dengan ular, terutama pada masa anak-anak, dapat menjadi pemicu terjadinya fobia jangka panjang terhadap hewan ini.

Pengalaman traumatis ini bisa dalam berbagai bentuk. Misalnya pernah digigit oleh ular atau berada dalam situasi yang membuat merasa terancam oleh ular.

2. Riwayat Keluarga

Tumbuh di dalam keluarga yang memiliki fobia terhadap ular dapat meningkatkan risiko seseorang mengembangkan ophidiophobia. Lingkungan keluarga memiliki pengaruh besar terhadap cara seseorang memandang suatu hal

Jika ternyata ada anggota keluarga atau kerabat dekatyang memiliki ketakutan terhadap ular, individu tersebut mungkin juga akan menganggap ular sebagai ancaman yang menakutkan. Ini akan menambah kadar rasa takut yang dimilikinya.

3. Penggambaran di Masyarakat

Media dan masyarakat seringkali menggambarkan ular sebagai hewan yang menakutkan dan berbahaya. Paparan berulang terhadap representasi negatif ular dalam film, berita dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami atau memiliki ophidiophobia.

Baca Juga: Jenis-jenis Ular yang Tidak Berbisa dan Ciri-cirinya

Pada dasarnya ofidiofobia adalah rasa takut yang sebenarnya bisa dikurangi kadarnya. Diperlukan bantuan terapis (psikolog atau psikiater) untuk membantu mengatasi ketakutan tersebut. (DNR)