Konten dari Pengguna

Panduan Cara Kerja Bimetal dan Contohnya dalam Ilmu Fisika

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara kerja bimetal?. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Cara kerja bimetal?. Sumber: pexels.com

Penerapan ilmu fisika memang sangat mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya yang berkaitan dengan materi bimetal. Lantas, sebenarnya bagaimana cara kerja bimetal?

Pertanyaan ini memang kerap muncul di benak masyarakat awam yang tidak memahami ilmu fisika. Pada dasarnya, jika seseorang memahami prinsip kerja bimetal, maka akan lebih mudah baginya untuk menemukan contoh benda di sekitar yang menggunakan bimetal.

Bagaimana Cara Kerja Bimetal?

Cara kerja bimetal?. Sumber: pexels.com

Jadi, bagaimana penerapan cara kerja bimetal? Mengutip dari buku Magic Trick Praktis ala Bimbel IPA SMP Kelas VII, VIII, IX, Tim Bimbel Excellent (2020:63), cara kerja bimetal adalah dengan menggunakan konsep pemuaian. Khususnya jenis muai panjang.

Artinya, bimetal ini peka terhadap adanya perubahan suhu. Apabila keping bimetal dipanaskan atau dinaikkan suhunya, sudah pasti akan melengkung ke arah logam yang memiliki angka koefisien muai panjangnya kecil.

Sebaliknya, jika didinginkan, maka keping bimetal akan melengkung ke arah logam yang angka koefisien muai panjangnya besar. Dari prinsip kerja ini, tentu tidak heran jika bimetal digunakan sebagai termostat.

Adapun termostat adalah alat yang mempunyai fungsi ganda, yaitu sebagai saklar otomatis sekaligus sebagai pengatur suhu. Beberapa peralatan elektronik yang menggunakan saklar otomatis adalah setrika listrik, kulkas, bel listrik, alarm kebakaran, lampu sein mobil ataupun motor, rice cooker, oven, dan lain sebagainya.

Benda tersebut apabila sudah sampai batas panas yang diinginkan, maka bimetal akan melengkung memutuskan aliran arus listrik dan alat kembali dingin sehingga bimetal akan lurus menghubungkan arus lagi.

Selain itu, bimetal juga berfungsi sebagai pengatur suhu atau termometer logam. Jadi, melengkungnya logam bisa diberi skala sehingga setiap kenaikan lengkungan tersebut bisa digunakan untuk menunjukkan kenaikan suhu.

Selain dua fungsi di atas, sebenarnya bimetal juga dapat digunakan sebagai alat sensor panas otomatis pada alarm kebakaran. Jadi, jika terjadi kebakaran dan suhu di sekitar panas, maka bimetal akan melengkung menghubungkan arus listrik yang terhubung pada alarm.

Dengan begitu, petugas bisa mengetahui bahwa telah terjadi kebakaran di area tertentu. Pada akhirnya, mereka bisa segera menangani masalah tersebut agar tidak terjadi kebakaran yang lebih besar.

Baca Juga: Fungsi Statif dan Cara Kerjanya dalam Laboratorium

Itulah penjelasan tentang cara kerja bimetal dan contohnya menurut ilmu fisika yang menarik untuk dipelajari. (Anne)