Paragraf Deskriptif: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Paragraf deskriptif adalah paragraf yang melukiskan atau menggambarkan apa saja yang dilihat di depan mata penulisnya. Penyajian dari paragraf deskriptif dapat berurutan dari atas ke bawah atau sebaliknya.
Paragraf deskriptif tidak memiliki kalimat topik. Topik paragraf tersebut berada di semua kalimat yang membangun paragraf. Paragraf deskriptif biasanya diterapkan kala mengulas sesuatu.
Paragraf Deskriptif
Paragraf deskriptif adalah paragraf yang menggambarkan objek yang diamati. Simak penjelasan, pengertian, jenis, dan contohnya melalui ulasan ini.
Pengertian Paragraf Deskriptif
Berdasarkan buku Bahasa Indonesia Era Digital: Implementasi MBKM I Perguruan Tinggi, Syihaabul Huda, M. Pd, (2022:141), paragraf deskriptif adalah sebuah paragraf yang bertujuan menggambarkan sejelas-jelasnya suatu objek.
Penulis seolah-olah berada di tempat itu sehingga dapat melihat dan mendengar sendiri segala hal yang ada di tempat itu. Oleh karena itu, paragraf deskriptif dapat dikatakan lebih menekankan pada dimensi ruang. Ciri-ciri dari paragraf deskriptif ialah:
Menggambarkan atau melukiskan suatu benda, tempat, atau suasana tertentu.
Penggambaran dilakukan dengan melibatkan panca indra (pendengaran, penglihatan, penciuman, pengecapan, dan perabaan).
Bertujuan agar pembaca seolah-olah melihat atau merasakan sendiri objek yang dideskripsikan.
Menjelaskan ciri-ciri objek seperti warna, ukuran, bentuk, dan keadaan suatu objek secara terperinci.
Jenis dan Contoh Paragraf Deskriptif
Berdasarkan buku Mahir Berbahasa Indonesia, P. Tukan, S.Pd, (2006:31), secara umum, paragraf deskripsi dibedakan atas dua macam, yaitu paragraf deskripsi spasial dan deskripsi objektif.
Paragraf deskripsi spasial
Paragraf deskripsi spasial adalah paragraf yang melukiskan ruang atau tempat berlangsungnya suatu peristiwa. Pelukisannya harus dilihat dari berbagai segi agar ruang tersebut tergambar dengan jelas dalam pikiran dan perasaan pembaca.
Contoh:
Malam gelap-gulita di hulu sungai Ketahun Sebentar-sebentar hiruk pikuk yang tiada berketentuan itu menjadi satu dengan gegap gempita yang mendahsyatkan dan mengecilkan hati, pertanda seorang raja rimba alah jatuh ke tanah untuk selama-lamanya.
Ramai peperangan di rimba itu dan rupanya tak akan berhenti. Tak ada kasihan- mengasihani, yang rebah tinggal rebah, tak akan ada yang mengangkatnya.
Sekali-sekali terang cuaca hutan belantara itu, seperti diserang api, tetapi dalam sekejap mata hilanglah cahaya yang berani menyerbukan dirinya ke tengah peperangan itu, dimusnahkan oleh musuh lamanya "raja gulita".
Paragraf deskripsi objektif
Pragraf deskripsi objektif adalah paragraf yang menggambarkan suatu hal atau orang dengan mengungkapkan identitasnya secara apa adanya sehingga pembaca dapat membayangkan keadaannya.
Contoh:
Di sudut dekat pintu duduk seorang laki-laki, Syahbuddin. Pakaiannya, celana pendek dan baju kaos yang telah koyak, melukiskan kemiskinan dan kemelaratan yang sehari- hari dideritanya.
Pada dadanya yang bidang dan berisi, dan lengannya yang kukuh, penuh urat dan tidak tertutup baju kaosnya dapat dilihat betapa berat pekerjaan sehari-harinya.
Air mukanya yang keruh, pipinya yang kempis dan matanya yang cekung menyatakan bahwa jalan hidup yang telah ditempuhnya penuh dengan onak, ranjau, dan duri.
Baca juga: Pengertian Paragraf, Ciri, Jenis, dan Contohnya dalam Bahasa Indonesia
Dari penjelasan di atas dapat diketahui bahwa teks atau paragraf deskriptif adalah paragraf yang menggambarkan suatu objek atau ruang dengan sangat detail. Semoga ulasan ini dapat menambah wawasan bagi pembaca. (Adm)
