Pengaruh Agama Hindu dan Buddha di Nusantara sebelum Islam Datang

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masyarakat Indonesia terdiri dari beragam budaya, bahasa, dan agama. Saat ini, Islam adalah agama dengan jumlah penganut paling banyak. Namun, sebelum Islam datang, Nusantara berada dalam pengaruh agama Hindu dan Buddha.
Agama Hindu dan Buddha membawa pengaruh yang besar pada budaya asli Nusantara. Percampuran budaya ini mengakibatkan kehidupan masyarakat Nusantara ikut terpengaruh.
Sebelum Islam Datang, Nusantara Berada dalam Pengaruh Agama Hindu dan Buddha
Sebelum Islam datang, Nusantara berada dalam pengaruh agama Hindu dan Buddha. Dikutip dari IPS 1B untuk SMP/MTs Kelas VII, Kurnia (2007:76), pada awal abad Masehi, masyarakat Nusantara sudah menjalin hubungan dengan bangsa-bangsa Asia, terutama India dan Tiongkok.
Orang India dan Tiongkok datang ke Nusantara dalam jumlah besar. Pendatang tersebut terdiri atas kaum pedagang, pendeta, dan kelompok lainnya. Pendeta-pendeta Hindu dan Buddha secara aktif menyebarkan ajaran agamanya di Nusantara.
Agama dan budaya Hindu serta Buddha yang masuk ke Nusantara memberikan banyak pengaruh pada budaya di Indonesia. Salah satunya adalah candi. Beberapa candi yang terkenal adalah Candi Borobudur dan Candi Prambanan.
Selain candi, masih ada beberapa pengaruh Hindu-Buddha lainnya pada masyarakat Nusantara sebagai berikut.
1. Bidang Seni
Patung: Masyarakat Nusantara sudah mengenal seni memahat patung sebelum budaya Hindu dan Buddha masuk ke Indonesia. Dengan masuknya Hindu-Buddha, seni pembuatan patung Nusantara semakin berkembang.
Relief: Relief merupakan gambar timbul pada dinding candi. Relief menggambarkan ajaran agama dan kisah-kisah dari kitab suci.
Tari: Seni tari juga terpengaruh oleh budaya Hindu-Buddha. Contoh seni tari ini adalah sendratari Ramayana.
Sastra dan aksara: Zaman Hindu-Buddha dianggap sebagai awal mula munculnya aksara di Nusantara. Aksara tertua di Indonesia ditemukan di Kutai, Kalimantan Timur pada prasasti Yupa. Prasasti tersebut ditulis dengan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta.
2. Sistem Sosial Kemasyarakatan
Masuknya agama Hindu dan Buddha ke Nusantara membawa pengaruh dalam bidang sistem sosial kemasyarakatan. Pada masa itu, masyarakat digolongkan berdasarkan derajatnya.
Brahmana: Golongan yang berperan sebagai penasihat raja dan pendidik agama.
Ksatria: Golongan yang menjadi penata sistem dan penyelenggara pemerintahan. Golongan ini juga berperan sebagai tentara, pembantu raja, dan pembela kerajaan.
Waisya: Merupakan masyarakat biasa yang berprofesi sebagai pedagang, petani, nelayan, dan seniman.
Sudra: Masyarakat yang memiliki derajat paling rendah.
Baca juga: Mengenal Kerajaan-kerajaan Hindu di Indonesia
Sebelum Islam datang, Nusantara berada dalam pengaruh agama Hindu dan Buddha. Kedua agama tersebut membawa pengaruh dalam beberapa aspek kehidupan masyarakat. (KRIS)
