Pengertian Adhesi dan Kohesi dan Hubungan antara Keduanya dalam Ilmu Fisika

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian adhesi dan kohesi adalah materi yang dijumpai dalam pelajaran fisika. Seperti yang diketahui, setiap partikel bisa saling berhubungan melalui gaya tarik menarik. Gaya tersebut tidak hanya terjadi pada zat yang berjenis sama.
Namun, hal tersebut juga bisa terjadi pada dua zat yang berbeda. Adhesi dan kohesi merupakan gaya tarik menarik antarpartikel tersebut. Memahami kedua istilah ini sangat penting karena sering muncul di soal ujian.
Pengertian Adhesi dan Kohesi
Mengutip buku Cara Win-win Solution Selesaikan Soal Fisika SMP Kelas VII, VII, dan IX oleh Ali Ofid Cholid (2013), peristiwa adhesi dan kohesi sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Adapun pengertian dari kedua istilah tersebut dalam ilmu fisika yakni sebagai berikut:
1. Adhesi
Adhesi adalah gaya tarik menarik antarpartikel yang berbeda jenisnya. Contoh adhesi yaitu gaya tarik menarik antara cat dengan tembok.
Dalam hal ini, cat bisa menempel kuat pada tembok karena keduanya merupakan partikel tak sejenis. Adapun contoh lain dari peristiwa adhesi yaitu sebagai berikut:
Bercampurnya kopi dalam air atau teh
Tinta yang menempel pada kertas
Semen yang menempel pada batu dan pasir
Susu tumpah di lantai
Garam yang larut
2. Kohesi
Kohesi adalah gaya tarik menarik antarpartikel yang sejenis yang dipengaruhi jarak dan kerapatan suatu zat. Contoh dari peristiwa kohesi yaitu sebagai berikut:
Tidak bercampurnya air dengan minyak
Air raksa yang dimasukkan ke tabung reaksi kimia
Air raksa tidak merekat pada dinding pipa kapiler
Air di atas daun talas
Raksa pada termometer
Hubungan antara Adhesi dan Kohesi
Kohesi merupakan gaya tarik menarik antara partikel-partikel yang sejenis, sedangkan adhesi adalah gaya tarik menarik antara partikel-partikel yang tidak sejenis.
Perbedaan kekuatan dari kedua gaya tersebut juga bisa menyebabkan meniskus cekung dan cembung. Meniskus itu sendiri merupakan permukaan cairan yang melengkung di dalam wadah.
Contohnya, air dalam tabung reaksi yang gaya kohesinya lebih besar dibanding gaya adhesinya, maka air tidak akan menghindari permukaan tabung reaksi. Alhasil, terjadilah meniskus cembung. Lain halnya
Jika gaya adhesinya lebih kuat dibanding gaya kohesinya, maka air akan melekat pada dinding tabung reaksi. Alhasil, gaya ini akan menimbulkan meniskus cekung.
Baca juga: Pengertian dan Maksud dari Benda Konduktor dalam Pelajaran Fisika
Penjelasan mengenai adhesi dan kohesi yang dijelaskan di atas bisa dipelajari lebih lanjut dalam sains. Mengingat, kedua gaya ini sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, sehingga penting sekali untuk dikuasai. (DLA)
