Konten dari Pengguna

Pengertian, Antonim, dan Sinonim Baik Budi

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sinonim Baik Budi (Foto: Actionvance | Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sinonim Baik Budi (Foto: Actionvance | Unsplash.com)

Ketika mempelajari bahasa Indonesia, ada banyak materi yang harus dipelajari seperti antonim dan sinonim. Antonim dan sinonim kerap digunakan dalam tulisan agar tulisan menjadi bervariasi. Sayangnya, tidak semua orang memahami materi ini. Apakah kalian mengetahui apa sinonim baik budi?

Selain sinonimnya, kalian juga harus mengetahui pengertian serta antonimnya. Agar bisa lebih memahami dan menguasai materi ini, simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini.

Baca juga: Sinonim Kata Bahagia dan Sinonim Kata Lain yang Sering Digunakan

Pembahasan Pengertian, Antonim, dan Sinonim Baik Budi

Ilustrasi Sinonim Baik Budi (Foto: Adam Nemeroff | Unsplash.com)

Dilansir dari laman resmi KBBI daring, kbbi.kemdikbud.go.id, kata baik memiliki beberapa arti, antara lain adalah:

  • elok; patut; teratur (apik, rapi, tidak ada celanya, dan sebagainya)

  • mujur; beruntung (tentang nasib); menguntungkan (tentang kedudukan dan sebagainya)

  • tidak jahat (tentang kelakuan, budi pekerti, keturunan, dan sebagainya)

Masih merujuk sumber yang sama, kata budi memiliki beberapa pengertian, antara lain adalah:

  • alat batin yang merupakan paduan akal dan perasaan untuk menimbang baik dan buruk

  • tabiat; akhlak; watak

Sehingga baik budi dapat diartikan sebagai tabiat, akhlak, atau watak yang tidak tidak jahat (baik). Antonim dari baik budi adalah jahat. Sedangkan sinonim baik budi berdasarkan tesaurus.kemdikbud.go.id adalah: baik kelakuan, beradab, intelek, kordial, santun, sopan, tahu adat, baik hati; murah hati, dermawan.

Hubungan Makna Kata

Dikutip dari Think Smart Bahasa Indonesia untuk Kelas XII SMA/MA yang disusun oleh Kusmayadi (2007), dalam penggunaan bahasa, terdapat bentuk kata yang mempunyai hubungan. Hal ini bisa dilihat dari beberapa hal seperti dari cara pengucapan, penulisan, atau dari bentuk pemaknaannya. Berikut ini penjelasannya:

  • Sinonim merupakan kata-kata yang mempunyai kesamaan atau kemiripan makna, namun bentuknya berbeda. Untuk mengetahui suatu kata bersinonim adalah jika posisi atau kemampuannya bisa saling menggantikan satu sama lain. Contoh: cantik = jelita, hilang = lenyap, dan sebagainya.

  • Antonim merupakan kata-kata yang mempunyai makna yang berlawanan. Antonim dibagi menjadi antonim kembar (pemuda-pemudi), antonim gradual (tua-muda), antonim relasional (guru-murid), antonim majemuk (emas-perak), dan antonim hierarkis (centimeter-meter).

  • Hiponim (kata khusus) merupakan kata yang maknanya sudah tercakup oleh kata lainnya. Contoh: brokoli, sawi, dan buncis adalah hiponim, sedangkan sayuran adalah hipernimnya.

  • Hipernim (kata umum) merupakan kata yang maknanya mencakup makna kata lainnya. Contoh: warna merupakan hipernim, sedangkan biru, merah, dan kuning adalah hiponimnya.

  • Polisemi merupakan kata-kata yang mempunyai makna ganda, namun memiliki hubungan makna. Contoh: jatuh, kepala, anak, turun, dan sebagainya.

  • Homonim merupakan kata yang mempunyai ejaan dan bunyi yang sama, tetapi artinya berbeda. Contoh: beruang, bulan, kopi, tanggal, dan sebagainya.

  • Homofon merupakan kata yang mempunyai bunyi yang sama, tetapi ejaan dan artinya berbeda. Contoh: bang-bank, masa-massa, dan sebagainya.

  • Homograf merupakan kata yang tulisannya sama tetapi bunyi dan artinya berbeda. Contoh: tahu, mental, apel, dan sebagainya.

Demikian pembahasan tentang pengertian, antonim, dan sinonim baik budi serta hubungan makna kata. Selamat belajar! (KRIS)