Pengertian APBN dan Fungsinya di Indonesia

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

APBN adalah hal yang penting bagi Indonesia. Bahkan, APBN berpengaruh terhadap pembangunan di negeri ini. Jelaskan pengertian APBN!
Jawaban dari pertanyaan tersebut perlu dipahami dengan baik agar masyarakat memahami pentingnya APBN. Pemahaman tersebut bisa semakin ditingkatkan dengan mempelajari fungsinya di Indonesia.
Pengertian APBN beserta Fungsinya
Jelaskan pengertian APBN! Menurut buku Ekonomi dan Akuntansi: Membina Kompetensi Ekonomi, Eeng Ahman dan Epi Indriani (2007: 43), definisi APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) adalah sebagai berikut.
Suatu daftar yang secara sistematis memuat berbagai sumber penerimaan negara dan alokasi pengeluaran negara dalam jangka waktu tertentu (umumnya satu tahun).
APBN memiliki berbagai fungsi bagi kehidupan negara. Berikut penjelasannya.
1. Pengorganisasian
APBN memiliki fungsi pengorganisasian. Itu artinya, pemerintah menggunakan APBN untuk menjaga kebutuhan keuangan di berbagai bidang agar tetap terpenuhi. Dengan demikian, kepentingan-kepentingan yang telah direncanakan dapat dijalankan
2. Distribusi
Pemerintah juga menggunakan APBN untuk mendistribusi pendapatan negara. Misalnya, ketika negara memperoleh pendapatan berupa pajak, maka pemerintah akan mendistribusikannya ke berbagai kepentingan seperti subsidi.
3. Perencanaan
Dalam fungsi ini, APBN bisa menjadi pedoman untuk merencanakan aktivitas dalam satu tahun yang menggunakan anggaran tersebut. Setelah itu, pemerintah bisa merencanakan hal-hal lain agar proses pembelanjaan APBN dapat berjalan lancar.
4. Alokasi
APBN mempunyai fungsi alokasi. Artinya, APBN bisa menjadi pedoman pemerintah untuk mengalokasikan pendapatan yang diterima sehingga kepentingan umum bisa tercapai.
5. Stabilisasi
APBN juga mempunyai fungsi stabilisasi yang berarti menjadi pedoman agar pengeluaran dan pendapatan negara dapat berjalan dengan teratur. Hal ini bisa membantu pemerintah untuk mewujudkan rencana yang sudah dibuat.
6. Pengawasan
APBN bisa digunakan sebagai pedoman untuk mengawasi semua aktivitas agar berjalan dengan lancar. Hal ini bisa membantu rakyat untuk mengetahui apakah pemerintah menggunakan uang negara dengan benar atau tidak.
7. Otorisasi
Dengan fungsi otorisasi, APBN bisa menjadi pedoman tentang pengeluaran dan pendapatan negara. Hal ini bisa mempermudah pemerintah untuk mempertanggungjawabkan aktivitasnya kepada masyarakat
Baca juga: Penyebab APBN Dinyatakan Surplus dan Defisit
Jadi jawaban dari jelaskan pengertian APBN adalah daftar yang memuat penerimaan dan pengeluaran negara. APBN pun memiliki berbagai fungsi seperti yang telah dijelaskan di atas. (LOV)
