Konten dari Pengguna

Pengertian Arakhnofobia dan Penyebabnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian arakhnofobia adalah. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Ed Van Duijn
zoom-in-whitePerbesar
Pengertian arakhnofobia adalah. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Ed Van Duijn

Arakhnofobia adalah fobia terhadap laba-laba. Orang dengan fobia ini akan merasakan gejala seperti ketakutan ketika melihat atau memikirkan laba-laba, kecemasan berlebihan, serta mengalami serangan panik berupa kesulitan bernapas, berkeringat, dan gemetar.

Oleh karena itu, efek araknofobia bisa memengaruhi kualitas hidup pengidapnya. Para pengidap fobia ini akan selalu was-was, baik ketika berada di dalam maupun luar rumah yang memungkinkan adanya laba-laba.

Penyebab Arakhnofobia atau Fobia Laba-Laba

Pengertian arakhnofobia adalah. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Markus Bluthner

Dikutip dari buku The Human's Complex, Zamir Mohyedin (2021: 77), arachnophobia merupakan ketakutan nomor satu manusia yang meliputi 30.5% populasi di Amerika Syarikat. Arachnophobia atau arakhnofobia adalah kondisi ketakutan yang sangat intens terhadap laba-laba.

Orang yang mengalami arakhnofobia dapat mengalami reaksi yang sangat kuat. Bahkan hanya dari melihat gambar atau mengingat tentang laba-laba.

Penyebab arakhnofobia bisa bervariasi dari setiap individu. Berikut beberapa faktor penyebab seseorang mengalami arakhnofobia.

  1. Pengalaman traumatik: Seringkali, orang yang memiliki Arakhnofobia pernah mengalami kejadian traumatik atau serangan laba-laba di masa lalu.

  2. Kontak dengan film atau buku: Menonton film atau membaca cerita yang menekankan rasa takut terhadap laba-laba juga bisa mempengaruhi seseorang mengidap Arakhnofobia.

  3. Faktor kultural: Beberapa budaya memiliki cerita rakyat atau kepercayaan tentang laba-laba yang bisa mempengaruhi persepsi dan ketakutan terhadap hewan ini.

  4. Warisan genetik: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada kemungkinan bahwa ketakutan terhadap laba-laba dapat memiliki komponen genetik, artinya dapat diwariskan dari orangtua ke anak.

  5. Tidak terbiasa dengan laba-laba: Orang yang kurang terbiasa dengan laba-laba mungkin lebih rentan terhadap mengalami Arakhnofobia.

Pengobatan Arakhnofobia

Pengertian arakhnofobia adalah. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Photoholgic B

Arakhnofobia umumnya diobati dengan terapi, seperti terapi perilaku kognitif. Terapi ini bertujuan untuk menghentikan pikiran negatif yang terkait dengan objek atau situasi yang ditakuti, lalu menggantinya dengan pikiran yang lebih rasional. Teknik yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Pembingkaian Ulang Kognitif

Metode ini membantu mengubah cara pandang seseorang terhadap sesuatu agar tidak lagi menganggapnya berbahaya. Hal ini dapat mengubah reaksi fisik menjadi stimulus pemicu, seperti melihat laba-laba.

2. Desensitisasi Sistematis

Metode ini merupakan teknik relaksasi. Pengidap fobia diharuskan menghadapi ketakutannya dari yang paling sedikit menimbulkan rasa takut hingga yang paling banyak.

Desensitisasi dan pemrosesan ulang gerakan mata (EMDR) adalah teknik terapi yang umum digunakan. Terutama jika fobia spesifik seperti Arakhnofobia berkembang karena pengalaman traumatis.

Baca juga: Pengertian, Penyebab, dan Cara Mengobati Agoraphobia

Itulah penjelasan lengkap mengenai pengertian, penyebab, dan pengobatan Arakhnofobia. Semoga informasi tersebut dapat bermanfaat dan membantu para pembaca yang takut terhadap laba-laba. (Gin)