Konten dari Pengguna

Pengertian, Penyebab, dan Cara Mengobati Agoraphobia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi seseorang yang mengidap agoraphobia. Foto: Pexels/Cottonbro Studio
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seseorang yang mengidap agoraphobia. Foto: Pexels/Cottonbro Studio

Fobia merupakan sebuah kondisi di mana seseorang mengalami rasa ketakutan luar biasa terhadap sebuah hal. Jenis dari fobia sendiri sangatlah banyak, terlebih dengan perkembangan zaman jenis fobia juga bertambah, salah satunya adalah agoraphobia. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan agoraphobia, bagaimana seseorang mengidapnya, dan bagaimana cara untuk mengobatinya?

Baca Juga: Coulrophobia: Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Pengertian, Penyebab, dan Cara Mengobati Agoraphobia

Ilustrasi penyebab agoraphobia. Foto: Pexels/Cottonbro Studio

Dikutip dari buku Fobia Sembuh dalam Sepuluh Menit oleh Asis Muslimin, S.Psi. M.Psi. Psikolog (2021: 37), agoraphobia adalah jenis fobia dengan ketakutan yang berasal dari perasaan terjebak di tempat-tempat umum, saat seseorang akan sulit untuk melarikan diri dan rasa takut tidak akan tersedianya pertolongan apabila seseorang tersebut mengalami serangan panik. Agoraphobia berasal dari kata dalam bahasa Yunani ‘agora’ yang artinya pasar.

Fobia jenis ini adalah salah satu jenis gangguan kecemasan saat penderita merasa takut yang berlebihan dan menghindari situasi yang menimbulkan rasa panik serta membuatnya malu, terjebak atau tidak berdaya di tempat umum. Situasi-situasi tersebut di antaranya adalah saat menggunakan transportasi umum, dalam sebuah keramaian, atau mengantre.

Kebanyakan penderita fobia jenis ini berkembang setelah penderitanya mengalami satu atau lebih serangan panik. Penderita agoraphobia jika ke tempat umum, mereka perlu ditemani oleh orang yang mereka percaya seperti anggota keluarga inti atau teman dekat karena biasanya mereka merasa tidak aman.

Penyebab Agoraphobia

Ketakutan mengalami serangan panik yang merupakan dasar dari agoraphobia. Pemicu pada gangguan tersebut adalah sebagai berikut:

  • Berada di tempat yang umum dan ramai.

  • Berada di tempat yang membuat orang tersebut merasa terjebak, seperti di dalam bus, kereta api, atau di dalam lift.

  • Mengunjungi tempat-tempat yang menimbulkan serangan panik sebelum ia merasakan gangguan tersebut.

  • Pergi ke tempat asing sendirian.

Faktor lain yang meningkatkan risiko seseorang menderita agoraphobia yakni:

Usia

Agoraphobia mulai dirasakan ketika masih anak-anak, tetapi umumnya akan mulai dirasakannya saat seseorang memasuki fase peralihan usia dari usia remaja menuju usia dewasa. Biasanya sebelum mencapai usia 35 tahun.

Kejadian Traumatis

Traumatic event yang terpapar langsung pada seseorang bisa meningkatkan risiko seseorang menderita agoraphobia. Contoh dari traumatic event yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita agoraphobia seperti peristiwa kematian salah satu anggota keluarga yang sangat dicintainya, penyiksaan atau pelecehan.

Sifat Mudah Cemas dan Gugup

Seseorang yang memiliki sifat mudah cemas, maka ia lebih berisiko menderita agoraphobia. Begitu pula terhadap seseorang yang mudah gugup, mereka akan cukup berisiko menderita fobia yang satu ini. Meskipun hal ini perlu diperkuat dengan faktor-faktor lainnya.

Riwayat Anggota yang Menderita Agoraphobia

Melalui pengalaman yang dipelajari, seseorang yang memiliki anggota keluarga yang menderita gangguan ini, ia akan senantiasa mempelajari "pola" gangguan tersebut dan hal tersebut akan mengalami apa yang disebut "proses internalisasi" yang akhirnya seseorang tersebut akan cukup berisiko menderita agoraphobia.

Cara Mengobati Agoraphobia

Mengobati agoraphobia agar meredakan ketakutan dan mengajarkan untuk mengendalikan diri dengan baik saat menghadapi situasi yang ditakuti. Adapun beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengobati agoraphobia yakni:

Psikoterapi

Salah satu jenis psikoterapi yang efektif menangani agoraphobia adalah terapi kognitif (cognitive behavioral therapy/CBT). Dengan terapi yang satu ini dapat membantu penderitanya untuk mempelajari beberapa hal, yakni:

  • Mengidentifikasi hal-hal yang memicu dan memperparah kepanikan.

  • Mengetahui cara mengatasi gejala-gejala agoraphobia.

  • Mengenali cara menghadapi pemicu rasa cemas.

  • Mengubah perilaku yang tidak sehat dengan terapi paparan. Terapi ini dapat menempatkan penderita pada situasi yang memicu rasa takut dengan pengawasan ahli.

Obat-obatan

Obat-obatan yang digunakan untuk menangani gejala yang muncul dari agoraphobia yakni:

  • Antidepresan berupa selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) untuk mengobati akibat gangguan panik.

  • Anticemas yang diberikan dokter berupa benzodiazepine untuk meredakan kecemasan yang sudah akut dan digunakan dalam jangka waktusingkat.

Penanganan Mandiri

Selain lewat terapi ataupun obat-obatan, penderita agoraphobia dapat dilakukan secara mandiri, yakni:

  • Pengelolaan stres dengan melakukan relaksasi, seperti meditasi dan yoga.

  • Berbagi cerita dengan orang-orang terdekat.

  • Bergabung dengan grup yang memberi dukungan.

  • Jangan selalu menghindari situasi yang membuat rasa cemas dan takut. Hadapilah secara bertahap agar terbiasa hingga menghilangkan ketakutan.

Itulah penjelasan tentang pengertian, penyebab, dan cara mengobati agoraphobia sebagai ketakutan dan rasa malu. Walaupun terkesan sepele, namun apabila fobia yang satu ini perlu ditangani dengan cepat agar tidak berdampak hingga waktu yang panjang.(MZM)