Pengertian Baptisan Kudus dan Perjamuan Kudus dalam Agama Kristen

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Terdapat 2 sakramen dalam agama Kristen Protestan, yaitu baptisan kudus dan perjamuan kudus. Kedua sakramen tersebut melambangkan seluruh kehidupan umat Kristen.
Baptisan Kudus melambangkan masuknya kita ke dalam perjanjian dan keselamatan Tuhan. Sedangkan perjamuan kudus melambangkan hidup kita di dalam perjanjian itu saat kita menikmati dan menjalani keselamatan yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kita dengan cuma-cuma.
Pengertian Baptisan Kudus dan Perjamuan Kudus
Baptisan Kudus
Baptisan Roh yang disinggung oleh Yohanes Pembaptis dalam Matius 3:11b dengan kata-kata "Baptisan roh kudus dan api" diberikan kepada yang bersangkutan oleh Yesus bila setelah pertobatannya itu dia benar-benar melaksanakan kehendak Allah.
Melansir dari buku Baptisan Roh Kudus, Willard Cantelon, 2021, terjadinya baptisan kudus tidak dapat dilihat atau disaksikan oleh siapa pun karena pelaksanaanya bukan dilakukan oleh Pendeta melainkan oleh Allah sendiri. Kita perlu mengingat dan memahami bahwa bukan kita yang memilih untuk dibaptis.
Yohanes 15:16 berkata “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.”
Makna Baptisan Kudus:
Mengakui dengan segenap hati bahwa Yesus adalah Juru Selamat.
Sebagai lambang kematian dan kebangkitan Yesus.
Sebagai bukti bahwa kita adalah saksi Kristus dan kita taat kepada-Nya.
Perjamuan Kudus
Sakramen perjamuan kudus dilakukan di masing-masing gereja dengan dasar apa yang telah Yesus lakukan. Dalam Matius 26:26-29, Yesus melakukan Perjamuan Malam dengan memecahkan roti dan meminum anggur bersama para murid-Nya.
Hal yang dilakukan gereja pun kurang lebih sama. Pemimpin gereja, dalam hal ini pendeta, mengambil roti, mengucap berkat, memecahkan roti, dan membagikannya kepada para murid, dalam hal ini jemaat. Pendeta juga mengambil cawan, mengucap syukur, dan membagikannya kepada jemaat.
Baca Juga: Arti Roh Kudus dan PeranNya dalam Agama Kristen
Makna perjamuan kudus:
Perjamuan kudus tidak hanya dilakukan untuk meniru apa yang Yesus lakukan. Hal ini sudah menjadi ketetapan Yesus untuk gereja lakukan seperti yang tertulis pada 1 Korintus 11:25 “… perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!”
Perjamuan kudus dilaksanakan untuk selalu mengingat kembali tentang peristiwa penyaliban Yesus. Selain itu, jika kita baca di Lukas 22:16 “Sebab Aku berkata kepadamu: Aku tidak akan memakannya lagi sampai ia beroleh kegenapannya dalam Kerajaan Allah”, maka kita harus mengerti bahwa perjamuan kudus pun berkaitan dengan kedatangan Yesus untuk kedua kalinya.
Lantaran itulah, perjamuan kudus tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Dalam menerima perjamuan ini, kita harus benar-benar yakin dan percaya bahwa karya penyelamatan yang kita terima belum sempurna, belum selesai.
Dalam Yohanes 5:56-57, dikatakan bahwa siapa saja yang makan tubuh-Nya dan minum darah-Nya maka ia akan tinggal di dalam Yesus dan Yesus di dalam Dia. Dengan mengikuti perjamuan kudus, otomatis kita akan menikmati perjamuan roti dan anggur.
Perjamuan kudus tidak bisa dilakukan sendiri, sakramenini harus dilakukan bersama-sama dengan jemaat gereja. Hal ini dikarenakan saat perjamuan kudus, kita didorong untuk lebih dekat satu sama lain sehingga kita dapat bersatu dalam tubuh Kristus. Dalam perjamuan terakhir-Nya pun, Yesus melakukan perjamuan bersama-sama dengan murid-Nya. (DNR)
