Pengertian Berpikir Kritis dan Cara Meningkatkannya di Kehidupan

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berpikir kritis merupakan hal yang perlu dipahami oleh siswa. Bahkan siswa akan diminta untuk menjawab pertanyaan “Jelaskan pengertian berpikir kritis!” dengan benar agar siswa semakin menguasai hal tersebut.
Selain itu, siswa juga perlu mengetahui cara meningkatkannya. Jadi, siswa dapat menerapkannya di kehidupan sehari-hari agar cara berpikirnya pun berkembang.
Pengertian Berpikir Kritis
Menurut buku Berpikir Kritis: Kecakapan Hidup di Era Digital, Kasdin Sihotang (2019: 36-37), ada beberapa tokoh ternama yang mengungkapkan pengertian berpikir kritis. Berikut beberapa di antaranya.
1. John Dewey
Dewey mendefinisikan berpikir kritis sebagai pertimbangan yang aktif dan teliti mengenai sebuah keyakinan atau bentuk pengetahuan yang diterima begitu saja. Keyakinan atau bentuk pengetahuan itu dikaji dengan mencari alasan-alasan yang mendukung kesimpulan-kesimpulan.
2. Edward Glaser
Edward Glaser mengembangkan gagasan John Dewey. Menurut Glaser, orang berpikir kritis tidak asal berbicara, melainkan memiliki dasar rasional dalam mengambil kesimpulan.
3. Robert Ennis
Robert Ennis mendefinisikan berpikir kritis sebagai pemikiran yang reflektif dan kemampuan untuk mengambil keputusan. Ini berarti sikap kritis tidak hanya berhenti pada kemahiran dalam menyimpulkan atau berargumen, tetapi juga pada kemampaun untuk melakukan evaluasi terhadap pernyataan-pernyaataan.
Untuk menjawab soal, siswa bisa mengambil salah satu pengertian di atas. Siswa juga bisa menyimpulkan sendiri dari ketiga pengertian tersebut.
Cara Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis
Kemampuan berpikir kritis perlu ditingkatkan atau diasah agar siswa dapat menentukan keputusan dengan lebih baik di kehidupan sehari-hari. Berikut berbagai cara melakukannya.
Menentukan masalah apa yang harus dijawab atau dipecahkan
Mencari berbagai informasi untuk memecahkan atau menjawab masalah tersebut
Memilah-milah dan menyaring informasi yang telah didapatkan
Memutuskan informasi mana yang bisa digunakan untuk memecahkan atau menjawab masalah tersebut
Mengevaluasi untuk mengetahui apa yang salah atau kurang dari langkah-langkah sebelumnya
Membuat kesimpulan terkait masalah yang sudah dihadapi dan dipecahkan
Baca juga: Penjelasan Penalaran Deduktif untuk Berpikir Logis
Siswa perlu membiasakan diri untuk melakukan cara-cara ini. Jika sudah terbiasa, maka kemampuan berpikir kritis siswa akan meningkat dengan sendirinya.
Ulasan mengenai pengertian berpikir kritis dan cara meningkatkannya ini bisa dibagikan dan didiskusikan dengan teman. Jadi, ada lebih banyak orang yang memahami apa itu berpikir kritis. (LOV)
