Penjelasan Penalaran Deduktif untuk Berpikir Logis

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam kehidupan, ada kalanya seseorang harus mengambil keputusan. Agar keputusan yang diambil benar, dibutuhkan penalaran deduktif. Penalaran deduktif merupakan salah satu cara berpikir logis.
Cara berpikir ini harus dimiliki agar dapat mempermudah dalam mengambil berbagai keputusan. Penalaran deduktif sangat penting. Sayangnya banyak orang yang belum mengetahui tentang istilah tersebut.
Penalaran Deduktif untuk Berpikir Secara Logis
Istilah penalaran mungkin sudah tidak asing di telinga sebagian orang. Dalam KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia, penalaran artinya adalah cara (perihal) menggunakan nalar, pemikiran atau cara berpikir logis, atau jangkauan pemikiran.
Penalaran juga dapat diartikan sebagai suatu aktivitas kognitif yang dapat menilai sesuatu berdasarkan informasi yang didapatkan menggunakan logika. Penalaran logis atau logika terbagi menjadi dua, yaitu penalaran deduktif dan induktif.
Apa yang disebut sebagai penalaran deduktif? Penalaran deduktif memiliki arti pengambilan kesimpulan secara logis didasari oleh premis-premis yang ada. Secara sederhana, penalaran deduktif berarti proses menarik kesimpulan dari hal-hal khusus ke umum.
Mengutip buku Filsafat Ilmu, Liliweri (2022), inti dari penalaran deduktif adalah silogisme (juga dikenal sebagai logika), biasanya dikaitkan dengan Aristoteles. Premis yang ada dalam penalaran deduktif adalah pemikiran, landasan kesimpulan, serta asumsi-asumsi yang dianggap benar.
Menurut penalaran ini, jika premis yang ada benar, maka kesimpulannya adalah valid atau pasti benar. Contoh premisnya berikut ini:
1. Contoh A
Premis 1: Setiap hewan adalah makhluk hidup
Premis 2: Kucing adalah hewan
Kesimpulan: Kucing adalah makhluk hidup
2. Contoh B
Premis 1: Talitha suka mengonsumsi makanan yang bergizi
Premis 2: Orang yang suka mengonsumsi makanan bergizi, tubuhnya sehat.
Kesimpulan: Talitha memiliki tubuh yang sehat.
Penjelasan dari kedua contoh di atas sebenarnya cukup mudah. Ini penjelasannya yang mudah dipahami.
Setiap hewan (A) adalah makhluk hidup (B). —> A = B
Setiap Kucing (C) adalah hewan (A). → C = A
Maka, Kucing adalah makhluk hidup . → Maka, C = B
Baca juga: Ulasan tentang Karakteristik Cara Berpikir Domestik
Itu tadi adalah penjelasan mengenai penalaran deduktif yang dapat digunakan untuk berpikir secara logis. Sekarang sudah tahukan pengertian dan contohnya? Semoga dapat membantu ya. (FAR)
