Pengertian, Contoh, dan Sistematika Resensi

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernahkah kamu menulis teks resensi? Istilah resensi berasal dari Bahasa Belanda, “resentie” yang berarti kupasan/pembahasan. Jadi, teks resensi merupakan teks yang berisi tentang informasi yang membahas, mengulas, dan memberi pertimbangan mengenai karya orang lain terkait kelemahan, keunggulan, dan kelayakan buku untuk dibaca orang lain. Sebenarnya selain buku, karya yang juga biasa diresensi adalah gambar, musik, atau film. Dalam penulisan resensi, penulis harus memperhatikan beberapa hal, seperti jenis teks, kaidah kebahasaan, dan sistematika resensi.
Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai pengertian, contoh, dan sistematika untuk penulisan resensi.
Mengenal Contoh dan Sistematika Penulisan Resensi
Dikutip dari buku Bank Soal CMS (Cepat Menguasai Soal) Bahasa Indonesia yang ditulis oleh Tomi Rianto, pengertian resensi adalah teks yang berisi tentang informasi yang membahas dan mengulas mengenai karya orang lain untuk dibaca, didengar, atau ditonton oleh orang lain. Teks resensi memiliki struktur yang membangun.
Dengan adanya struktur inilah, teks resensi dapat dibangun. Berikut adalah sistematika resensi buku:
1. Judul
Judul resensi berbeda dengan judul karya yang diulas. Terdapat tambahan kesan atau penilaian penulis pada judul resensi.
2. Identitas karya
Identitas karya berisi tentang pembuatan karya, tahun pembuatan, dan keterangan lain karya tersebut.
3. Sinopsis
Sinopsis karya berupa informasi singkat karya yang diresensi.
4. Kelebihan dan kekurangan karya
Kelebihan dan kekurangan karya ini berisi tentang ulasan karya yang diresensi.
5. Simpulan
Simpulan ini berupa simpulan dan penilaian presensi terhadap karya yang diresensi.
Agar lebih paham, berikut adalah contoh resensi singkat mengenai buku berjudul Tarian Gantar yang ditulis oleh Korrie Layun Rampan:
Judul: Tarian Gantar
Penulis: Korrie Layun Rampan
Penerbit: Indonesia Tera
Cetakan: 2022
Tebal: x + 169 halaman
Membaca cerpen-cerpen dalam Tarian Gantar bagaikan melakukan tamasya antropologis ke pedalaman-pedalaman Kalimantan, termasuk ke wilayah-wilayah yang belum terjamah. Selain itu, kita juga akan diajak ke berbagai tempat khusus, upacara adat, dan khasanah kesenian tempatan.
Buku ini berhasil memperlihatkan relasi tidak terputuskan antara manusia dan lingkungannya. Meskipun isinya terdapat kemiripan perwatakan antara satu cerpen dan cerpen lainnya, tetapi tidak mengurangi sebuah keistimewaan kumpulan cerpen ini.
Apakah sekarang kamu lebih paham mengenai pengertian, contoh, dan sistematika resensi buku? Semoga informasi di atas bermanfaat! (CHL)
