Pengertian dan 3 Ciri dari Ulil Albab yang Sebaiknya Diketahui

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi seorang muslim, istilah Ulil Albab tentu tidak asing. Namun bila diminta untuk sebutkan 3 ciri dari Ulil Albab apakah dapat menjabarkannya?
Ibnu Katsir, seorang ulama Islam menyebut Ulil Albab sebagai seorang yang memiliki akal sempurna dan cerdas, yang digunakan untuk mengetahui, merenungi, meneliti sesuatu dengan hakikatnya agar diketahui keagungannya.
Pengertian dan 3 Ciri dari Ulil Albab
Berdasarkan buku Konsep Corporate Social Responsibility, Rismawati (2021), Ulil Albab atau Ulul Albab terdiri atas dua suku kata yaitu ulu dan albab. Secara bahasa, ulu berarti orang-orang yang memiliki (dalam bentuk jama') dan albab merupakan bentuk jamak dari lubb yang berarti intisasi, bagian yang merupakan lapisan sesudah fu'ad, qalb, dan lubb.
Istilah lubb lebih umum daripada akal, maka setiap lubb bisa disebut akal; tetapi tidak setiap akal bisa disebut lubb. Perumpamaan lubb dan akal itu ibarat lubb adalah tempayan, tempat cahaya berlabuh ketika ilumisasi cahaya terpancar dari sumbernya.
Lubb disebut juga Nur Mabsuth (cahaya luas), Aql Muwaffaq (akal yang mendapat pertolongan dan keridaan Allah), Aql al-Hidayah (akal yang mendapat petunjuk Allah), sehingga lubb yang senantiasa terjaga dari penetrasi hub al dunya itulah yang mendapat petunjuk dan hanya dimiliki oleh orang-orang beriman.
Salah satu ayat Alquran yang membahas Ulil Albab adalah Surat Ali Imron ayat 190-191 yang berbunyi:
اِنَّ فِىۡ خَلۡقِ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ وَاخۡتِلَافِ الَّيۡلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الۡاَلۡبَابِ
Inna fii khalqis samaawati wal ardi wakhtilaafil laili wannahaari la Aayaatil liulil albaab
Artinya: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,
الَّذِيۡنَ يَذۡكُرُوۡنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوۡدًا وَّعَلٰى جُنُوۡبِهِمۡ وَيَتَفَكَّرُوۡنَ فِىۡ خَلۡقِ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقۡتَ هٰذَا بَاطِلًا ۚ سُبۡحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Allaziina yazkuruunal laaha qiyaamaiw-wa qu'uudanw-wa 'alaa juno obihim wa yatafakkaruuna fii khalqis samaawaati wal ardi Rabbanaa maa khalaqta haaza baatilan Subhaanak faqinaa 'azaaban Naar
Artinya: (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.
Seorang yang Ulil Albab akan memiliki ciri-ciri yang jelas, yakni:
Konsisten terhadap Allah, dengan sikap hidup yang berkesadaran zikir terhadap Allah.
Seorang Ulil Albab memiliki ketajaman intuisi dan intelektual dalam berhadapan dengan duniannya, karena telah memiliki hikmah dari Allah.
Senantiasa patuh tanpa membantah kepada Allah, karena telah mengetahui pokok-pokok kandungan Alquran.
Baca Juga: Pengertian Ulil Albab sebagai Cara Mendekatkan Diri kepada Allah SWT
Itulah pengertian dan 3 ciri-ciri dari Ulil Albab. Semoga semua umat muslim bisa menjadi insan Ulil Albab dan memiliki ciri-ciri tersebut dalam hidupnya. (ARD)
