Konten dari Pengguna

Pengertian dan Alasan Mengapa Konflik Memiliki Anggapan Negatif

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk Mengapa Konflik Memiliki Anggapan Negatif. Sumber: Unsplash/Andre Hunter
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk Mengapa Konflik Memiliki Anggapan Negatif. Sumber: Unsplash/Andre Hunter

Mengapa konflik memiliki anggapan negatif? Dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat, konflik kerap menjadi hal yang sulit untuk dihindari. Masyarakat terdiri atas berbagai macam suku, bangsa, agama, dan bahasa yang berbeda sehingga bisa menjadi pemicu konflik.

Tidak jarang konflik dianggap sebagai sesuatu yang negatif. Padahal, konflik juga memiliki beberapa dampak positif.

Memahami Pengertian dan Alasan Mengapa Konflik Memiliki Anggapan Negatif

Ilustrasi untuk Mengapa Konflik Memiliki Anggapan Negatif. Sumber: Unsplash/Icons8 Team

Apa itu konflik? Dikutip dari Kepemimpinan dan Manajemen Konflik, Zazin (2010:38), konflik adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dan melekat erat pada kehidupan. Pengertian konflik adalah adanya oposisi atau pertentangan pendapat antara orang, kelompok, atau organisasi.

Berikut pengertian konflik menurut para ahli.

  • Robert Lawang: konflik merupakan benturan kekuatan serta kepentingan antara suatu kelompok dengan kelompok lain dalam proses perebutan sumber kemasyarakatan.

  • Soerjono Soekanto: konflik adalah proses mencapai tujuan dengan cara melemahkan lawan tanpa mempertimbangkan norma dan nilai yang berlaku.

  • Paul Conn: konflik adalah aktivitas yang bertujuan memberi pengaruh pada proses dari pembentukan serta pelaksanaan kebijakan sebagai upaya mendapatkan atau mempertahankan nilai.

Mengapa konflik memiliki anggapan negatif? Konflik bisa menyebabkan adanya perasaan takut, permusuhan, dan kurangnya rasa percaya. Adapun dampak negatif konflik adalah sebagai berikut.

  • Menyebabkan hubungan antarkelompok retak sehingga muncul perpecahan.

  • Adanya perubahan kepribadian pada individu, misalnya orang yang awalnya sopan menjadi bersikap kasar.

  • Menyebabkan rusak dan hilangnya harta benda serta tidak menutup kemungkinan hilangnya nyawa manusia.

  • Munculnya dominasi suatu kelompok atau organisasi.

  • Ada aksi balas dendam yang bermunculan sehingga perpecahan tidak terhindarkan.

  • Timbul aksi-aksi kekerasan.

Dampak Positif Konflik

Ilustrasi untuk Mengapa Konflik Memiliki Anggapan Negatif. Sumber: Unsplash/Clay Banks

Konflik kerap dikaitkan dengan hal negatif. Namun, jika konflik bisa diatasi dengan tepat, maka konflik bisa membawa dampak positif. Berikut beberapa dampak positif konflik.

  • Menciptakan rasa solidaritas antarindividu atau antarkelompok.

  • Mendorong terciptanya norma baru dalam masyarakat.

  • Terdapat penyesuaian pada norma sosial di masyarakat.

  • Masyarakat memiliki motivasi untuk mempertahankan semua nilai yang dianggap penting.

  • Terjadi peningkatan efektivitas pada perusahaan, organisasi, atau masyarakat.

  • Menjadi sarana penyeimbang dari semua kekuatan yang ada.

  • Meningkatnya integrasi serta solidaritas internal.

  • Menimbulkan perubahan sosial untuk menghilangkan kesenjangan ekonomi dan sosial.

Baca juga: 7 Perbedaan antara Konflik dan Kekerasan dalam Ilmu Sosial

Jadi, ada beberapa alasan mengapa konflik memiliki anggapan negatif seperti munculnya aksi kekerasan dan terjadi perpecahan. (KRIS)