Konten dari Pengguna

Pengertian dan Antonim Opas dalam Bahasa Indonesia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pengertian dan Antonim Opas dalam Bahasa Indonesia (Foto: Element5 Digital | Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pengertian dan Antonim Opas dalam Bahasa Indonesia (Foto: Element5 Digital | Unsplash.com)

Bahasa adalah salah satu hal paling penting untuk dipelajari. Dengan memahami bahasa dengan baik, maka kalian bisa melakukan komunikasi dengan orang lain secara mudah. Ada banyak sekali istilah dalam bahasa Indonesia yang harus dipahami, seperti antonim. Kalian tahu apa antonim opas?

Istilah antonim mungkin terdengar asing bagi beberapa orang, padahal antonim cukup sering digunakan dalam percakapan sehari-hari dan berbagai teks. Untuk bisa memahami materi ini, simak penjelasannya berikut.

Baca juga: Pengertian, Antonim, dan Sinonim Keluar dalam KBBI

Pengertian dan Antonim Opas pada Bahasa Indonesia

Ilustrasi Pengertian dan Antonim Opas (Foto: Felicia Montenegro | Unsplash.com)

Dilansir dari kbbi.kemdikbud.go.id, kata opas memiliki arti penjaga kantor; agen polisi. Masih diambil dari sumber yang sama, antonim adalah:

  • kata yang berlawanan makna dengan kata lain

  • leksem yang berpasangan secara antonimi

Terdapat tiga antonim opas yaitu:

  • pemimpin

  • pimpinan

  • atasan

Hubungan Makna Kata

Dalam mempelajari bahasa Indonesia, kalian akan mendapatkan materi mengenai hubungan makna kata, salah satunya adalah antonim.

Berikut ini hubungan makna kata yang dikutip dari Think Smart Bahasa Indonesia untuk Kelas XII SMA/MA Program Bahasa yang disusun oleh Kusmayadi (2007):

1. Antonim

Antonim merupakan kata yang memiliki makna yang berlawanan. Antonim dibagi menjadi:

  • Antonim kembar misalnya dewa-dewi, putra-putri.

  • Antonim gradual misalnya tua-muda, tinggi-rendah.

  • Antonim relasional misalnya suami-istri, penjual-pembeli.

  • Antonim majemuk misalnya pintu-jendela, perak-emas.

  • Antonim hierarkis misalnya centimeter-meter, sersan-kapten.

2. Sinonim

Sinonim merupakan kata yang mempunyai kesamaan atau kemiripan makna namun mempunyai bentuk yang berbeda. Ciri bahwa suatu kata saling bersinonim adalah posisinya bisa saling menggantikan. Misalnya pintar = pandai, datang = tiba.

3. Hiponim

Hiponim merupakan kata yang maknanya sudah tercakup oleh kata yang lainnya. Hubungan makna antara satu kata dengan kata lain akan menghasilkan kata. Hiponim juga disebut sebagai kata khusus. Misalnya kaos, celana, dan rok adalah bentuk hiponim, sedangkan pakaian adalah hipernim.

4. Hipernim

Hipernim merupakan kata yang maknanya mencakup kata yang lainnya. Hipernim disebut juga sebagai kata umum. Misalnya buah adalah hipernim, sedangkan pisang, mangga, dan anggur adalah hiponimnya.

5. Polisemi

Polisemi merupakan kata-kata yang mempunyai makna ganda. Tetapi, kata-kata tersebut memiliki hubungan makna. Misalnya adalah jatuh, kepala.

6. Homonim

Homonim merupakan kata yang mempunyai ejaan dan bunyi yang sama, tetapi artinya berbeda. Misalnya beruang, bulan, genting, dan lainnya.

7. Homofon

Homofon merupakan kata yang mempunyai bunyi yang sama, tetapi memiliki ejaan dan artinya berbeda. Misalnya bank-bang, masa-massa, sangsi-sanksi, dan lain-lain.

8. Homograf

Homograf merupakan kata yang tulisannya sama tetapi arti dan bunyinya berbeda. Misalnya apel, seri, mental, tahu, dan sebagainya.

Sekian penjelasan tentang antonim opas dan hubungan makna kata. Selamat belajar! (KRIS)