Konten dari Pengguna

Pengertian dan Ciri-Ciri Awan Cumulonimbus sebagai Fenomena Alam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ciri ciri awan cumulonimbus. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri ciri awan cumulonimbus. Sumber: pexels.com

Dalam ilmu sains, awan terbagi ke dalam berbagai jenis dengan ciri-ciri masing-masing. Salah satunya adalah awan cumulonimbus. Jika sedang belajar tentang jenis awan, tentu penting untuk mengetahui ciri-ciri awan cumulonimbus.

Pasalnya, jenis awan ini terbilang unik. Bahkan beberapa cirinya juga sangat mudah terlihat, termasuk bagi orang awam yang baru mengenal jenis-jenis awan.

Definisi dan Ciri-Ciri Awan Cumulonimbus

Ilustrasi ciri ciri awan cumulonimbus. Sumber: pexels.com

Nama cumulonimbus diambil dari bahasa latin, yakni cumulus yang artinya tumpukan dan nimbus yang berarti hujan badai. Itulah mengapa, jenis awan ini juga kerap disebut dengan awan hujan badai.

Pada dasarnya, awan cumulonimbus mempunyai bentuk yang lebat dan badat. Sedangkan bagian atasnya terdiri dari es yang menyebar secara horizontal dalam bentuk sebuah landasan (anvil) atau jambul (plume).

Jadi, awan ini berawal dari bentuk awan cumulus yang tercipta akibat dari udara yang naik dan mengembun di langit. Nantinya, awan ini akan berkembang melalui proses kondensasi seperti jenis awan pada umummnya.

Mengutip dari buku Kumpulan Glosarium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Agus Purnomo (2023), berikut ini adalah ciri-ciri awan cumulonimbus yang menarik untuk diketahui.

  1. Mempunyai serat halus di bagian atasnya.

  2. Pada bagian bawah awan terlihat koyak dan berwarna gelap.

  3. Mempunyai tetesan air dan kristal es di bagian atasnya.

  4. Bisa menimbulkan hujan besar, kilatan, petir, hingga butiran es.

  5. Bagian atas awan cumulonimbus bisa mencapai 39.000 kaki.

  6. Awan ini mempunyai tuba atau kolom yang menggantung dari dasar awan. Tuba inilah yang bisa menjadi tornado atau puting beliung.

  7. Terkadang awan cumulonimbus mempunyai tonjolan seperti gelembung di bagian bawahnya yang disebut dengan mammas atau mammatus.

  8. Hujan yang dihasilkan oleh awan cumulonimbus hanya berlangsung selama kurang lebih 20 menit.

  9. Hujan yang dihasilkan awan cumulonimbus bisa menguap sebelum menyentuh tanah yang biasa disebut dengan virga.

Baca Juga: Jenis, Ciri, dan Ketinggian Awan dalam Geografi

Itu dia ciri-ciri awan cumulonimbus sebagai salah satu jenis awan yang paling mudah dikenali dan terlihat di langit. Semoga informasi ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan pembaca. (Anne)