Konten dari Pengguna

Pengertian dan Ciri-Ciri Ragam Baku sebagai Bahasa Resmi

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ragam Baku Adalah. (Foto: Amy Hirschi | Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ragam Baku Adalah. (Foto: Amy Hirschi | Unsplash.com)

Ragam baku adalah ragam yang diakui sebagai bahasa resmi. Dalam Bahasa Indonesia, secara garis besar klasifikasi kata terbagi menjadi dua, yakni baku dan tidak baku. Tentunya kedua istilah tersebut memiliki pengertian dan ciri yang berbeda.

Baca terus artikel ini untuk mengetahui penjelasan tentang ragam atau kata baku dan tidak baku dalam Bahasa Indonesia.

Pengertian Serta Ciri Ragam Baku dan Tidak Baku

Ilustrasi Ragam Baku Adalah. (Foto: Brooke Cagle | Unsplash.com)

Dikutip dari buku dengan judul Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Kejuruan Tingkat Semenjana (Kelas X) karya Darmayanti (2007), pengertian ragam baku adalah ragam yang dilembagakan dan diakui oleh sebagian besar warga masyarakat pemakainya sebagai bahasa resmi dan sebagai kerangka rujukan norma bahasa dalam penggunaannya.

Baca juga: Bahasa Baku Syaraf atau Saraf dalam KBBI

Sumber utama dari ragam atau kata baku adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Maka dari itu, biasanya kata baku digunakan pada tulisan formal atau percakapan yang resmi.

Sementara itu, ragam tidak baku dapat diartikan sebagai ragam yang ditandai dengan ciri-ciri menyimpang dari norma ragam baku. Ragam atau kata tidak baku biasanya digunakan pada kalimat dalam percakapan sehari-hari. Pasalnya kata tidak baku terdengar lebih santai.

Lantas apa ciri-ciri dari ragam atau kata baku dan tidak baku. Berikut ciri-cirinya yang wajib kamu ketahui.

1. Ciri Kata Baku

  • Bukan bahasa dalam percakapan

  • Kata baku tidak rancu

  • Tidak mengandung pleonase

  • Penggunaan kata sesuai dengan konteks kalimat

  • Tidak dipengaruhi oleh bahasa asing

  • Tidak dipengaruhi oleh bahasa daerah

  • Imbuhan pada kata bersifat eksplisit

2. Ciri Kata Tidak Baku

  • Bentuknya dapat berubah-ubah

  • Dipengaruhi oleh perkembangan zaman

  • Digunakan dalam percakapan sehari-hari

  • Dipengaruhi oleh bahasa asing atau daerah

Fungsi dan Contoh Kata Baku

Adanya kata baku tidak semerta-merta untuk penulisan formal. Ini fungsi kata baku yang harus diketahui.

  1. Pemberi kekhasan, maksudnya adalah penggunaan bahasa baku dapat menjadi pembeda dengan bahasa asing atau daerah.

  2. Pemersatu, maksud dari fungsi ini adalah Indonesia memiliki banyak bahasa. Maka dari itu, penggunaan kata baku dapat menyatukan berbagai orang dalam satu kesatuan.

  3. Kerangka acuan, kata baku dapat dijadikan tolak ukur untuk menilai pemakaian bahasa seseorang.

Agar lebih memahami materi ini, berikut contoh kata baku dalam bahasa Indonesia.

  • Antre

  • Adab

  • Atlet

  • Azan

  • Afdal

  • Baterai

  • Bus

  • Cabai

  • Cendekia

  • Cokelat

  • Ekstrem

  • Andal

  • Napas

  • Peduli

Sekarang sudah tahukan pengertian dan ciri-ciri ragam baku? Agar lebih memahami materi di atas, jangan lupa untuk banyak membaca dan belajar lebih giat ya. (FAR)