Pengertian dan Contoh Dongeng Sage

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sage merupakan dongeng yang isinya mengandung unsur cerita sejarah yang sudah ditambah imajinasi masyarakat. Sage adalah salah satu dari beberapa jenis dongeng.
Dongeng sendiri adalah bagian dari sastra lama yang ceritanya berkaitan dengan cerita-cerita zaman dahulu. Dongeng berisi petuah atau nasihat dengan tujuan untuk membina budi pekerti yang luhur bagi generasi muda.
Sage Merupakan Dongeng yang Isinya Mengandung Unsur Sejarah, Berikut Pengertian dan Contoh Dongeng Sage
Dongeng adalah cerita rekaan tentang suatu hal yang tidak pernah terjadi. Biasanya sifat dongeng menghibur hati pendengar atau pembacanya.
Dongeng juga sering digunakan sebagai sarana pendidikan dan kontrol sosial. Oleh karena itu, dongeng mengandung nilai-nilai moral, agama, sosial, dan nilai-nilai luhur masyarakat.
Sage merupakan salah satu dari beberapa jenis dongeng. Mengutip buku Ringkasan dan Pembahasan Soal Bahasa Indonesia SMP, Rika Lestari (2006), pengertian Sage adalah cerita yang berkaitan dengan nilai kejujuran dan kepahlawanan.
Pengertian lain menurut buku Be Smart Bahasa Indonesia, Ismail Kusmayadu (2008), Sage merupakan dongeng yang isinya mengandung unsur sejarah yang menceritakan keberanian, kepahlawanan, dan mengandung unsur kesaktian atau keajaiban seseorang.
Salah satu contoh Sage yang populer di Indonesia adalah Kisah Rara Jonggrang
Kisah Rara Jonggrang
Pada jaman dahulu kala terdapat dua kerajaan yang berdekatan yakni Kerajaan Boko dan Kerajaan Pengging. Untuk memperluas daerah kekuasaan, Kerajaan Boko berniat berperang melawan kerajaan Pengging.
Kerajaan Boko dipimpin oleh Prabu Boko. Prabu Boko memiliki putri cantik bernama Rara Jonggrang. Meninggalkan kerajaan, Prabu Boko kemudian menyerang kerajaan Pengging.
Hasilnya ternyata diluar dugaan Prabu Boko. Para tentara Kerajaan Boko ternyata tidak mampu menghadapi serangan balik pasukan Pengging dan berkat kesaktiannya, seorang bernama Bandung Bondowoso berhasil mengalahkan dan membunuh Prabu Boko.
Rara Jonggrang pun meratapi kematian ayahnya. Setelah kerajaan Boko jatuh ke dalam kekuasaan kerajaan Pengging, Bandung Bondowoso menyerbu masuk ke dalam Keraton Boko.
Pada pertemuan pertamanya dengan Putri Rara Jonggrang, Bandung Bondowoso langsung terpikat oleh kecantikan sang putri. Ia pun jatuh cinta dan melamar sang putri,tetapi lamarannya ditolak, karena sang putri tidak mau menikahi pembunuh ayahnya.
Karena Bandung Bondowoso terus membujuk dan memaksa, akhirnya sang putri bersedia dipersunting, namun dengan syarat yang mustahil untuk dikabulkan. Syaratnya adalah pembangunan seribu candi hanya dalam waktu satu malam.
Bandung Bondowoso menyanggupi syarat tersebut. Untuk mewujudkan syarat tersebut, Bandung Bondowoso memanggil jin untuk membantunya.
Ketika Rara Jonggrang mendengar kabar bahwa seribu candi sudah hampir rampung, sang putri berusaha menggagalkan upaya Bandung Bondowoso. Ia membuat rencana untuk mengusir para jin dengan membuat keriuhan dan keadaan seolah olah pagi telah tiba.
Dayang-dayang istana dan perempuan-perempuan desa kemundian membunyikan lesung dengan pola bersahut sahutan dan dengan keramaian tersebut ditambah adanya gundukan jerami dibakar di sisi timur ayam ayam pun mulai berkokok.
Mengira bahwa pagi telah tiba dan sebentar lagi matahari akan terbit, para jin lari ketakutan bersembunyi masuk kembali ke persembunyiannya.
Akibatnya, hanya 999 candi yang berhasil dibangun sehingga usaha Bandung Bondowoso gagal. Namun setelah mengetahui bahwa semua itu adalah hasil kecurangan dan tipu muslihat Rara Jonggrang.
Bandung Bondowoso amat murka dan mengutuk Rara Jonggrang atas keculasannya agar menjadi batu. Sang putri kemudian berubah menjadi arca untuk menggenapi candi terakhir yang konon kabarnya berada di Candi Prambanan saat ini.
Baca Juga: Pengertian Dongeng Lelucon, Struktur, dan Jenis-Jenis Dongeng Lain
Demikian uraian tentang dongeng, khususnya sage. Sage merupakan dongeng yang isinya mengandung unsur sejarah yang menceritakan keberanian, kepahlawanan, dan mengandung unsur kesaktian atau keajaiban seseorang. (ARD)
