Pengertian dan Contoh Kecap Rajekan Dwipurwa dalam Bahasa Sunda

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sama seperti bahasa Indonesia, berbagai bahasa daerah yang digunakan oleh masyarakat Indonesia juga memiliki sejumlah ketentuan penggunaan hingga tingkatan kata yang penggunaannya ditujukan khusus pada orang tertentu. Misalnya, kecap rajekan dwipurwa dalam bahasa Sunda. Lantas, apa saja contoh kecap rajekan dwipurwa?
Baca Juga: 3 Contoh Paparikan Bahasa Sunda Lengkap dengan Artinya
Pengertian Kecap Rajekan Dwipurwa
Dwipurwa adalah gabungan dua kata, yakni dwi yang berarti dua dan purwa yang berarti awal. Dengan kata lain, kecap rajekan dwipurwa merupakan kata ulang atau mengulangi bentuk dasar suku kata pertamanya.
Bentuk dasar ini direduplikasi dengan menunjukkan kata kerja aktif yang dilakukan berulang atau dalam durasi waktu tertentu serta agen sebagai subjek.
Contoh Kecap Rajekan Dwipurwa dalam Bahasa SUnda
Berikut ini adalah kumpulan contoh kecap rajekan dwipurwa yang dikutip dari Buku Pembelajaran Siswa Rawayan Basa Sunda karya Suhandi dan Seta Basri (2022:16).
Aambekan: Pura-pura marah
Bobodoan: Bohong-bohongan
Bobogohan: Pacaran
Babagongan: Perbuatan sia-sia dan tidak berguna
Bebedilan: Senapan mainan
Babajuan: Baju mainan
Beubeungeutan: Wajah (kasar)
Bubudakeun: Kekanak-kanakan
Boboloneun: Kekanak-kanakan
Buburuh: Bekerja menjadi buruh
Cacarita: Bercerita
Cacalawakan: Teriak-teriak
Cacarekan: Pernah mengatakan/ berjanji
Cacaketan: Berdekat-dekatan
Ciciren (dari cicirian): Pertanda
Ciciwit: Mencubit-cubit
Cocorowokan: Berteriak-teriak
Cicirihilan: Ketawa-ketiwi
Ciciduh: Meludah-ludah
Cocokot: (Suka) mengambil ..
Cicingeun: Pendiam
Cicingan: Diami
Dadagangan: Main dagang-dagangan; usaha dagang kecil-kecilan
Dudunya: Mementingkan/ mencari urusan duniawi (harta)
Dadaekanan: Mau-maunya
Dodorong: Mendorong-dorong (bentuk perintah)
Dedengean: Terdengar (tapi samar/ tidak jelas)
Gugurubugan: Menggerak-gerakkan tubuh karena ingin melepaskan diri
Hahampuraan: Saling bermaaf-maafan; meminta maaf (berkali-kali)
Hahayaman: Sejenis ayam sawah
Iimahan: Rumah-rumahan
Jajangkungan: Egrang
Jijieunan: Mengada-ada
Jujualan: Segala dijual
Keketeyepan: Berjalan pelan-pelan supaya tidak ketahuan
Kikituan: Melakukan yang begitu
Kokoloteun: Penyakit flek hitam di pipi (samping hidung)
Kukurumuyan: Sering datang
Momobilan: Mobil-mobilan
Nanaonan: Apa-apaan
Nunutur: Selalu mengikuti
Nyanyahoanan: Sok tahu
Ororoholan: Ketawa-ketawa
Papantes: (Bentuk perintah) buat supaya pantas
Papaling: (Suka) mengambil milik orang lain
Pipinteranan: Berlagak pintar
Rorojok: Colok-colok; desak
Rarawuan: Barang murahan
Riringkid: Segala dibawa
Ririmbulan: Selaga dibawa dengan tubuhnya
Rarangsak: Banyak yang sobek (besar-besar)
Rarawek: Banyak yang sobek (kecil-kecil)
Seseblok: Menyiram-nyiram
Demikian kumpulan contoh kecap rajekan dwipurwa dalam bahasa Sunda. (Anne)
