Konten dari Pengguna

Pengertian dan Contoh Kecap Rajekan Dwipurwa dalam Bahasa Sunda

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh kecap rajekan dwipurwa. Sumber: unsplah.com
zoom-in-whitePerbesar
Contoh kecap rajekan dwipurwa. Sumber: unsplah.com

Sama seperti bahasa Indonesia, berbagai bahasa daerah yang digunakan oleh masyarakat Indonesia juga memiliki sejumlah ketentuan penggunaan hingga tingkatan kata yang penggunaannya ditujukan khusus pada orang tertentu. Misalnya, kecap rajekan dwipurwa dalam bahasa Sunda. Lantas, apa saja contoh kecap rajekan dwipurwa?

Baca Juga: 3 Contoh Paparikan Bahasa Sunda Lengkap dengan Artinya

Pengertian Kecap Rajekan Dwipurwa

Contoh kecap rajekan dwipurwa. Sumber: unsplash.com

Dwipurwa adalah gabungan dua kata, yakni dwi yang berarti dua dan purwa yang berarti awal. Dengan kata lain, kecap rajekan dwipurwa merupakan kata ulang atau mengulangi bentuk dasar suku kata pertamanya.

Bentuk dasar ini direduplikasi dengan menunjukkan kata kerja aktif yang dilakukan berulang atau dalam durasi waktu tertentu serta agen sebagai subjek.

Contoh Kecap Rajekan Dwipurwa dalam Bahasa SUnda

Berikut ini adalah kumpulan contoh kecap rajekan dwipurwa yang dikutip dari Buku Pembelajaran Siswa Rawayan Basa Sunda karya Suhandi dan Seta Basri (2022:16).

  • Aambekan: Pura-pura marah

  • Bobodoan: Bohong-bohongan

  • Bobogohan: Pacaran

  • Babagongan: Perbuatan sia-sia dan tidak berguna

  • Bebedilan: Senapan mainan

  • Babajuan: Baju mainan

  • Beubeungeutan: Wajah (kasar)

  • Bubudakeun: Kekanak-kanakan

  • Boboloneun: Kekanak-kanakan

  • Buburuh: Bekerja menjadi buruh

  • Cacarita: Bercerita

  • Cacalawakan: Teriak-teriak

  • Cacarekan: Pernah mengatakan/ berjanji

  • Cacaketan: Berdekat-dekatan

  • Ciciren (dari cicirian): Pertanda

  • Ciciwit: Mencubit-cubit

  • Cocorowokan: Berteriak-teriak

  • Cicirihilan: Ketawa-ketiwi

  • Ciciduh: Meludah-ludah

  • Cocokot: (Suka) mengambil ..

  • Cicingeun: Pendiam

  • Cicingan: Diami

  • Dadagangan: Main dagang-dagangan; usaha dagang kecil-kecilan

  • Dudunya: Mementingkan/ mencari urusan duniawi (harta)

  • Dadaekanan: Mau-maunya

  • Dodorong: Mendorong-dorong (bentuk perintah)

  • Dedengean: Terdengar (tapi samar/ tidak jelas)

  • Gugurubugan: Menggerak-gerakkan tubuh karena ingin melepaskan diri

  • Hahampuraan: Saling bermaaf-maafan; meminta maaf (berkali-kali)

  • Hahayaman: Sejenis ayam sawah

  • Iimahan: Rumah-rumahan

  • Jajangkungan: Egrang

  • Jijieunan: Mengada-ada

  • Jujualan: Segala dijual

  • Keketeyepan: Berjalan pelan-pelan supaya tidak ketahuan

  • Kikituan: Melakukan yang begitu

  • Kokoloteun: Penyakit flek hitam di pipi (samping hidung)

  • Kukurumuyan: Sering datang

  • Momobilan: Mobil-mobilan

  • Nanaonan: Apa-apaan

  • Nunutur: Selalu mengikuti

  • Nyanyahoanan: Sok tahu

  • Ororoholan: Ketawa-ketawa

  • Papantes: (Bentuk perintah) buat supaya pantas

  • Papaling: (Suka) mengambil milik orang lain

  • Pipinteranan: Berlagak pintar

  • Rorojok: Colok-colok; desak

  • Rarawuan: Barang murahan

  • Riringkid: Segala dibawa

  • Ririmbulan: Selaga dibawa dengan tubuhnya

  • Rarangsak: Banyak yang sobek (besar-besar)

  • Rarawek: Banyak yang sobek (kecil-kecil)

  • Seseblok: Menyiram-nyiram

Demikian kumpulan contoh kecap rajekan dwipurwa dalam bahasa Sunda. (Anne)