Konten dari Pengguna

Pengertian dan Contoh Kritik Sastra dalam Bahasa Indonesia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Kritik Sastra. (Foto: DariuszSankowski by https://pixabay.com/id/)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Kritik Sastra. (Foto: DariuszSankowski by https://pixabay.com/id/)

Kritik sastra Indonesia baru dimulai pada tahun 1930-an oleh para sastrawan yang menulis artikel berisi ulasan, resensi, timbangan, dan esai dalam majalah pada masa itu. Perkembangan kritik sastra kemudian membuka ruang kreatif bagi banyak pihak, khususnya para sastrawan, wartawan, kolumnis, sarjana sastra, dan editor dalam membuat contoh kritik sastra.

Pada dasarnya kritik sastra tergolong ke dalam non-fiksi karena pembaca atau penafsir tidak menciptakan karya sastra baru yang sama atau mirip dengan karya sastra yang telah dibacanya. Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai kritik sastra dalam pembelajaran bahasa Indonesia.

Penjelasan Contoh Kritik Sastra

Ilustrasi Contoh Kritik Sastra. (Foto: Nile by https://pixabay.com/id/)

Dikutip dari buku Bahan Ajar Mata Kuliah kritik Sastra yang ditulis oleh Dina Gason (2018: 171), kritik sastra berfungsi untuk membuka peluang adanya kemajuan pada bidang sastra.

Melalui pikiran-pikiran yang kritis memungkinkan perkembangan karya yang bermutu tinggi. Selain itu, kritik sastra juga sebagai pedoman menyusun perkembangan sejarah sastra, memberikan penerangan kepada pembaca, dan juga meningkatkan pemahaman sebuah karya sastra.

Berikut adalah contoh kritik sastra dalam bahasa Indonesia:

  • Kritik Sastra Cerpen Carmen: “Penulis cerpen ini memiliki kebebasan dalam menuliskan kondisi tertentu dengan imajinasi yang dimilikinya. Adapun penulis menyisipkan pesan kepada pembaca untuk menghargai usaha yang sudah dilakukan oleh diri sendiri dan harus selalu mengapresiasi diri sendiri dari segala bentuk pencapaian yang sudah dilakukan. Pada cerpen Carmen, penulis juga bisa memproyeksikan pengalaman hidupnya, sehingga pembaca ikut memahami dan pesan dapat tersampaikan dengan baik”.

  • Kritik Sastra Novel Hujan Karangan: “Tere Liye bercerita tentang Lail, seorang yatim piatu yang sangat suka dengan hujan. Ketika hujan datang, Lail menulis gambaran tentang masa depan di mana teknologi sudah lebih canggih. Tere Liye berhasil menceritakan kehidupan di masa depan melalui pemikiran Lail. Namun, alur cerita pada novel ini terkesan sangat lambat”.

Baca juga: Perbedaan Kritik Sastra dan Esai dalam Sastra Indonesia

Apakah sekarang kamu sudah paham contoh kritik sastra dalam bahasa Indonesia? Semoga informasi di atas dapat menambah wawasan kamu! (CHL)