Konten dari Pengguna

Pengertian dan Contoh Metode Konservasi Eks-situ di Indonesia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Metode Konservasi Eks-situ di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Metode Konservasi Eks-situ di Indonesia. (Sumber: Pixabay)

Konservasi sumber daya alam merupakan kegiatan pengelolaan sumber daya alam dengan pemanfaatannya secara bijaksana. Berdasarkan bentuknya, konservasi dapat dibedakan menjadi konservasi in-situ dan eks-situ. Metode konservasi eks-situ adalah kegiatan konservasi yang dilakukan terhadap flora dan fauna di luar habitat aslinya.

Berbeda dengan konservasi eks-situ, konservasi in-situ mencakup kawasan yang menjadi habitat asli flora dan fauna, seperti kawasan pelestarian Taman Nasional, Taman Hutan Raya, dan Taman Wisata Alam. Kedua jenis metode konservasi ini menjadi penting bagi kelangsungan hidup flora dan fauna yang terdapat di Indonesia.

Memahami Metode Konservasi Eks-Situ di Indonesia

Ilustrasi Contoh Metode Konservasi Eks-situ di Indonesia. (Sumber: Pixabay)

Sebelumnya artikel ini telah membahas bahwa metode konservasi eks-situ adalah kegiatan yang dilakukan kepada flora dan fauna yang berada di luar habitat aslinya. Dikutip dari buku Ajar Pengelolaan Sumber Daya Alam, Sarintan Efratani Damanik (2019: 7), konservasi eks-situ dilakukan oleh lembaga konservasi, seperti kebun raya, arboretum, kebun binatang, taman safari, dan tempat penyimpanan benih serta sperma swasta.

Berikut adalah penjelasan dan contohnya di Indonesia:

1. Kebun Binatang

Kebun binatang adalah kawasan pelestarian hewan buatan yang diperuntukkan bagi masyarakat untuk kepentingan konservasi, pendidikan, penelitian, dan rekreasi. Contoh kebun binatang yang ada di Indonesia adalah Kebun Binatang Ragunan di Jakarta.

2. Kebun Raya/Botani

Kebun raya/botani adalah lahan yang ditanami berbagai jenis tanaman untuk keperluan koleksi, konservasi, pendidikan, dan pariwisata. Beberapa contoh kebun botani di Indonesia adalah Kebun Botani Eka Raya di Bali dan Kebun Raya Bogor di Jawa Barat.

Konservasi eks-situ memiliki manfaat untuk melindungi biodiversitas, tetapi jauh dari itu cukup juga untuk menyelamatkan spesies dari kepunahan. Kegiatan yang umum dilakukan konservasi eks-situ, antara lain penangkaran, penyimpanan, atau pengklonan.

Walaupun konservasi eks-situ memiliki banyak manfaat, terdapat beberapa kekurangan yang berkaitan dengan pendekatan konservasi eks-situ, yaitu:

  • Keterbatasan jumlah dan jenis spesies yang dapat dikonservasi. Beberapa konservasi eks-situ hanya berfokus pada mamalia, reptil, dan aves, sementara takson lain diabaikan.

  • Membutuhkan pendanaan yang cukup besar.

  • Membutuhkan keahlian tertentu untuk memantau kesehatan dan kemampuan spesies untuk bertahan hidup di luar habitatnya.

Baca juga: Pengertian dan Fungsi Hutan Konservasi

Apakah tertarik untuk mengunjungi salah satu lokasi konservasi eks-situ terdekat? Perlu diingat juga bahwa metode konservasi eks-situ adalah kegiatan konservasi yang dilakukan terhadap flora dan fauna di luar habitat aslinya. Semoga bermanfaat! (CHL)